Smartfren Siapkan "Roadmap" untuk 5G - Kompas.com

Smartfren Siapkan "Roadmap" untuk 5G

Kompas.com - 30/11/2018, 14:42 WIB
Ilustrasi 5GSHUTTERSTOCK Ilustrasi 5G


JAKARTA, KOMPAS.com - Smartfren, salah satu operator seluler 4G LTE di Indonesia, menyatakan pihaknya tengah mencanangkan pengadaan jaringan 5G di masa mendatang.

Rencana tersebut dibeberkan oleh Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren, di sebuah acara konferensi pers Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Roberto mengatakan, jaringan 5G dari Smartfren kemungkinan akan digelar sekitar 3 tahun ke depan. Smartfren disebutnya sudah memiliki roadmap untuk pengembangan 5G.

"Secara teknologi, kami sudah menyiapkan roadmap untuk ke arah 5G." ujar Robert saat ditanya kesiapan jaringan 5G Smartfren.

Baca juga: Pertimbangan Smartfren Sebelum Adopsi 5G

Kendati demikian, Roberto menambahkan bahwa masih ada beberapa pekerjaan rumah di Indonesia yang harus dibereskan sebelum para operator seluler bisa mulai menggelar jaringan 5G. 

Yang terpenting, menurut dia, adalah penentuan regulasi spektrum jaringan 5G di Indonesia yang sampai saat ini belum ada.

"Harus ada regulasi mengenai spektrum, untuk 5G sudah ada apa belum, dan frekuensi berapa yang dialokasikan untuk 5G nanti," tambahnya.

Belum ada handset

Soal ekosistem 5G, menurut Robert, di samping kesiapan jaringan dan regulasi, masih belum ada perangkat konsumen atau handset yang mendukung konektivitas 5G.

Ponsel dengan kemampuan 5G sejauh ini memang baru sebatas dijanjikan oleh para vendor terkait. Produk-produk pertama diperkirakan akan mulai bermunculan secara global pada 2019 mendatang.

Sebab itulah, kata Robert, operator seluler milik Grup Sinar Mas tersebut tak mau buru-buru mengadopsi 5G.

"Kami sebagai provider tak mungkin memberi jaringan jika handset belum ada" ujar Robert.

Baca juga: Internet 5G Digelar 2019, Smartphone Baru Siap 3 Tahun Kemudian

Smartfren kini mengoperasikan jaringan 4G Plus yang menurut Robert sudah memiliki beberapa fitur yang juga dibutuhkan oleh 5G, seperti carrier agregation, small cell, MIMO, QAM, hingga beam forming.

Harapannya, ketika beralih ke 5G nanti, penambahan atau penggantian perangkat jaringan yang diperlukan tak akan terlalu banyak.

"Untuk syarat 5G itu ada beberapa elemen, (jaringan 4G plus) kami sudah memenuhi hampir 60 persen dari syarat tersebut," imbuhnya.

Implementasi 5G nanti tak akan terbatas pada perangkat konsumen (handset) saja.

Jaringan seluler generasi ke-5 ini juga digadang-gadang mampu menopang komunikasi machine-to-machine (M2M), misalnya untuk perangkat-perangat Internet of Things (IoT) dan mobil swakemudi.



Close Ads X