Kepala Program Boeing 737 Max Akan Mengundurkan Diri

Kompas.com - 15/07/2019, 11:45 WIB
Pesawat Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/JASON REDMONDPesawat Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Kepala program pesawat Boeing 737 Max, Eric Lindblad, dikabarkan bakal mengundurkan diri dalam hitungan minggu. Lindblad telah menjadi manajer program B737 Max sejak setahun yang lalu.

Kabar ini berdasar memo yang diterbitkan oleh CEO Boeing Commercial Airplanes, Kevin McAllister, kepada karyawan Boeing.

Linblad sendiri telah berkarir selama 34 tahun di Boeing. Kepergiannya disebut-sebut sebagai akibat krisis yang kini menerpa seri pesawat Boeing 737 Max, setelah dua kecelakaan yang terjadi kurang dari 6 bulan dan menewaskan total 350 orang.

Baca juga: B737 Max Dilarang Terbang, Penjualan Pesawat Boeing Turun Drastis

Posisi Linblad kemudian akan digantikan oleh Mark Jenks, yang akan memimpin program 737 di pabrik Boeing di Renton, Washington, AS.

Jenks sendiri saat ini juga masih menjadi pemimpin proyek pesawat new mid-market, kategori pesawat baru yang sedang dikembangkan Boeing, dirangkum KompasTekno dari Reuters, Senin (15/7/2019).

Hingga kini, pesawat Boeing 737 MAX masih dilarang terbang oleh otoritas penerbangan FAA, sembari Boeing diminta membuat perbaikan.

Baca juga: FAA Temukan Lagi Kelemahan Boeing B737 Max

Update software MCAS di B737 MAX sendiri sudah diajukan Boeing. Namun FAA masih menemukan kelemahan setelah mengujicobanya dalam simulator.

Prosesor komputer MCAS dinilai masih butuh waktu lama untuk mengembalikan horizontal stabilizer ke posisi normal, sehingga dianggap bisa memperlambat keputusan yang diambil pilot jika terjadi emergency.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X