Firefox 69 Resmi, Bisa Blokir Cookies dan Penambang Mata Uang Kripto

Kompas.com - 04/09/2019, 13:16 WIB
Logo Firefox The VergeLogo Firefox

KOMPAS.com - Peramban Firefox 69 baru saja dirilis Mozilla untuk perangkat desktop dan mobile berbasis Windows, Mac, Linux, dan Android.

Dalam pembaruannya, Mozilla menambahkan sejumlah fitur utnuk meningkatkan keamanan pengguna, menggandeng Disconnect, perusahaan yang didirikan eks pengembang Google, Brian Kennish.

Ada dua fitur utama yang disorot, yakni pemblokiran cookies dari pihak ketiga dan penambang mata uang kripto alias "cryptojacking" yang berpotensi membajak hardware pengguna.

Baca juga: Browser Berbayar dari Firefox Dilengkapi VPN dan Cloud Storage

Fitur ini diaktivasi secara default setelah pengguna memperbarui Firefox ke versi paling baru.

"Peningkatan fitur Tracking Protection bekerja di belakang sistem untuk mencegah oihak lain membentuk profil Anda dengan melacak perilaku browsing pengguna ke situs web dan frekuensinya tanpa sepengetahuan Anda," tulis Mozilla dalam rilis Firefox 69.

Profil dan informasi pengguna yang dikais lewat cookies berpotensi disalahgunakan, seperti dijual atau digunakan dengan tidak semestinya tanpa izin dari si pemilik informasi.

Firefox akan menyimpan daftar cookies dan penambang kripto yang telah diblokir. Pengguna bisa melihat daftar tersebut dan bisa membuka blokir pelacak untuk situs tertentu jika diinginkan.

Cryptojacking, si momok baru

Selama ini, pengguna internet memang sudah akrab dengan cookies. Sebagian besar sadar bahwa pelacakan bisa dilakukan melalui cookies.

Namun untuk cryptojacking, agaknya menjadi momok baru yang diantisipasi Firefox. Skenario terburuknya, para cryptojakcer bisa mengambil alih hardware komputer pengguna.

Baca juga: Jutaan Android Terjangkit Malware Penambang Uang Virtual

Setelah diambil alih, daya kemudian dialirkan untuk proses penambangan mata uang kripto. Efeknya bagi pengguna, baterai cepat terkuras dan performa perangkat juga akan terpengaruh.

Selain dua fitur di atas, Firefox juga akan memblokir fingerprint script yang merekam spesifikasi perangkat saat terkoneksi ke situs web. Profil yang dibuat dengan cara ini digunakan untuk melacak perangkat tersebut di web.

Blokir video auto-play

Ada pula fitur untuk memblokir semua video auto-play di situs web. Dirangkum KompasTekno dari Engadget, Rabu (4/9/2019), pengguna Windows akan lebih bisa melihat peningkatan kinerja dari Firefox 69.

Sebab, sistem Firefox akan mengintruksikan Windows untuk memprioritaskan tugas yang sedang dikerjakan pengguna ketimbang memproses tugas di latar belakang. Sementara itu, pengguna MacOS seperti MacBook Pro, bisa lebih hemat baterai dengan Firefox 69.

Baca juga: Google Dituding Menyabot Firefox Selama 10 Tahun

Pembaruan keamanan ini bisa menjadi penawaran menarik bagi pengguna, terutama yang memang konsen terkait privasi online. Namun kemungkinan pengguna awam tidak akan mengetahuinya begitu saja.

Mozilla harus bekerja lebih keras untuk mengampanyekan fitur anyarnya agar lebih banyak penggua beralih ke Firefox dengan adanya peningkatan fitur keamanan ini.

Secara pangsa pasar, Mozilla masih dibayangi dominasi Google Chrome sebagai peramban terpopuler secara global.

Menurut StatCounter, Chrome masih mendominasi pangsa pasar peramban hingga bulan Agustus 2019 dengan persentase 63,99 persen. Disusul Safari dengan persentase 15,48 persen, dan Firefox baru di urutan ketiga dengan pangsa pasar 4,44 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber ENGADGET
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X