Alasan XL Axiata Bangun BTS USO di Daerah Pelosok

Kompas.com - 29/10/2019, 07:10 WIB
Logo XL Axiata KOMPAS.com/ OIK YUSUFLogo XL Axiata

MAUMERE, KOMPAS.com - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menargetkan membangun 289 base transceiver station ( BTS) dengan skema universal service obligation ( USO) tahun ini.

BTS USO tersebut akan dibangun di daerah pelosok di berbagai provinsi, seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, dan wilayah Nusa Tenggara. Ada alasannya mengapa XL memilih wilayah di luar Jawa.

"Kenapa XL berpartisipasi di USO? Karena sesuai dengan strategi kami yang terus ekspansi di luar Jawa," kata Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya, di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (27/10/2019) malam.

Baca juga: XL Mulai Bangun BTS USO di NTT, Ende yang Pertama

Tahun lalu, XL berpartisipasi membangun 64 jaringan USO. Tahun 2020 mendatang rencananya akan da sekitar 250 BTS USO.

Yessie mengakui, di pelosok yang menjadi sasaran jaringan USO, pelanggannya memang tidak banyak. Sebab, daerah jaringan USO merupakan daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

"Namun, tetap pemerintah melihat daerah ini punya potensi dan tidak boleh ditinggalkan," ujar dia.

Pembangunan jaringan USO juga tidak semuanya ditanggung XL. Mereka bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo dalam hal ini.

Baca juga: Warga Desa Aewora di Ende Tak Perlu Lagi Jalan 10 Km demi Internet

Yessie menerangkan, pihaknya memandang pembangunan BTS USO layaknya memodali startup. Saat daerah sudah terjangkau oleh sinyal internet dari BTS, bakal ada banyak potensi yang bisa digali.

"Daerah harusnya berkembang kalau masuk internet, ada ekonomi baru, orang bisa buka online shop, tourism, ekonomi akan berkembang dalam beberapa tahun, baru operasionalnya kami ambil," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X