Speaker Pintar Google Pakai Teknologi Ilegal?

Kompas.com - 09/01/2020, 07:57 WIB
Perangkat speaker Sonos Move. DigitalTrendsPerangkat speaker Sonos Move.

KOMPAS.com - Raksasa mesin pencari asal AS, Google, baru-baru ini dituntut oleh perusahaan teknologi audio, Sonos atas dugaan pelanggaran hak cipta ( paten).

Setidaknya ada lima paten Sonos yang diduga digunakan secara ilegal oleh Google, salah satunya adalah teknologi speaker yang bisa disinkronkan dengan speaker lainnya dalam ruangan secara bersamaan (multi-room).

Lewat tuduhan yang dilayangkan ke pengadilan federal AS ini, Sonos menuntut kerugian finansial yang diakibatkan Google, serta meminta Komisi Perdagangan Internasional (ITC) memblokir penjualan aneka perangkat besutan Google di Negeri Paman Sam.

Diketahui, selain smartphone, Google juga memiliki sejumlah perangkat pintar lain di dalam portofolio perusahaan, seperti Google Nest Mini, Google Home, hingga Google Home Max.

Baca juga: Google Akan Akhiri Skema Penghindaran Pembayaran Pajak

“Google secara gamblang telah meniru teknologi yang dipatenkan kami,” ujar CEO Sonos, Patrick Spence, sebagaimana dikutip KompasTekno dari NewYorkTimes, Kamis (9/1/2020).

“Terlepas dari usaha kami selama beberapa tahun terakhir, Google belum menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama dengan Sonos. Kami tidak ada pilihan selain mengajukan tuntutan hukum,” imbuhnya.

Meski begitu, tidak disebutkan berapa kerugian yang diakibatkan oleh dugaan pelanggaran paten tersebut.

Google angkat bicara

Mendengar tuduhan ini, pihak Google pun angkat bicara. Mereka menyampaikan kekecewaannya atas Sonos yang tidak ingin bekerja sama secara "baik-baik", dan malah memilih jalur hukum. Google pun tentu saja membantah sepenuhnya dugaan tersebut.

"Kami membantah klaim (dugaan) itu dan akan mempertahankan (posisi kami) secara agresif," ujar juru bicara Google, Jose Castaneda.

Baca juga: Google Home Jadi Speaker Pintar Terbaik

Bukan hanya Google yang dituntut Sonos. Amazon, perusahaan multinasional asal AS yang juga membuat produk speaker pintar Amazon Echo, juga ikutan digugat atas tuduhan serupa.

Seirama dengan Google, pihak Amazon juga langsung membantah tuntutan miring itu dan mengklaim bahwa teknologi speaker yang dibenamkan di aneka produknya adalah hasil pengembangan perusahaan sendiri.

"Deretan perangkat speaker Echo dan teknologi musik multi-room kami dikembangkan secara independen oleh Amazon," klaim juru bicara Amazon, Natalie Hereth.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X