KawalCOVID19, Inisiatif "Mengawal" Informasi Virus Corona di Indonesia

Kompas.com - 03/03/2020, 10:08 WIB
Tangkapan layar akun Twitter KawalCOVID19 Twitter/KawalCOVID19Tangkapan layar akun Twitter KawalCOVID19

KOMPAS.com - Informasi tentang penyebaran virus Corona atau Covid-19 semakin banyak bermunculan, apalagi setelah dua warga negara Indonesia dinyatakan positif COID-19.

Namun informasi yang hilir mudik di berbagai platform media sosial dan layanan pesan instan tak sedikit yang simpang siur dan justru membuat panik. Hal ini lah yang menjadi dasar dibentuknya tim KawalCOVID19.

Baca juga: WHO Unggah Video TikTok soal Virus Corona

Tim ini diinisiasi oleh seorang praktisi teknologi informasi, Ainun Najib yang juga menjadi salah satu pendiri tim KawalPemilu beberapa tahun lalu. Dalam akun Twitter pribadinya, Ainun mengaku inisiatif ini datang tiba-tiba pada 1 Maret 2020.

Seperti dihimpun KompasTekno dari akun Twitternya, Selasa (3/3/2020), KawalCOVID19 bertujuan untuk memberikan informasi berdasarkan validasi data yang dihimpun tanpa membubuhkan opini.

Sehingga, informasi yang dikomunikasikan masyarakat tidak menimbulkan kepanikan di tengah kegentingan virus Corona di Indonesia.

KawalCOVID19 tentu berbeda dengan KawalPemilu yang mengacu pada data formulir C1 plano. Tim ini dibantu beberapa relawan yang bergerak di bidang medis dan data untuk mengumpulkan informasi.

Dua relawan yang diperkenalkan adalah Dewindra W, seorang dokter yang bekerja di Palang Merah International. Ia disebut aktif melakukan edukasi kesehatan masyarakat dan penanganan wabah di Indonesia dan Timor Leste.

Baca juga: Penjualan Galaxy S20 Lesu, Samsung Salahkan Virus Corona

Relawan kedua adalah Septian Hartono, seorang asisten profesor dan peneliti MRI di salah satu rumah sakit di Singapura. Selain mereka, KawalCOVID19 juga didukung para relawan lain dari lintas profesi, mulai dari karyawan swasta hingga LSM, termasuk para relawan IT.

Untuk mengetahui apa saja informasi yang berhasil dihimpun tim KawalCOVID19, pengguna internet bisa mengikuti akun Twitter resmi mereka dengan nama yang sama di tautan berikut.

Kendati demikian, sebagai acuan utama, masyarakat sebaiknya tetap merujuk pada informasi dan imbauan resmi dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X