Protes Karyawan Facebook ke Zuckerberg, dari Bilang Pengecut hingga Mengundurkan Diri

Kompas.com - 04/06/2020, 20:40 WIB
CEO Facebook, Mark Zuckerberg meminum air di sela-sela sidang dengar pendapat di Komite Jasa Keuangan pada bulan Oktober 2019. MANDEL NGANCEO Facebook, Mark Zuckerberg meminum air di sela-sela sidang dengar pendapat di Komite Jasa Keuangan pada bulan Oktober 2019.

KOMPAS.com - Sebagian karyawan Facebook masih geram dengan sikap perusahaan mereka yang mendiamkan postingan Presiden Donald Trump yang dianggap mengglorifikasi kekerasan.

Bahkan, puluhan karyawan senior sampai mencaci CEO Facebook Inc, Mark Zuckerberg dan para petinggi Facebook lain sebagai pengecut.

Cacian itu disampaikan mereka dalam sebuah surat terbuka yang dialamatkan ke Zuckerberg. Sejatinya, para pegawai meminta agar para petinggi Facebook tidak cuma diam atas unggahan Trump.

"Mereka telah memutuskan bahwa jajaran terpilih harus berada di bawah standar yang mereka perintah (pegawai)," tulis pegawai senior Facebook dalam surat terbuka itu.

Baca juga: Kicauan Donald Trump Soal Kekerasan di Minneapolis Disembunyikan Twitter

Adapun yang ikut menandatangani surat tersebut di antaranya Meredith Chin, mantan manajer komunikasi korporat Facebook; Adam Corner, mantan manajer kebijakan publik; Natalie Ponte, mantan manajer marketing; dan Jon Warman, mantan software engineer Facebook.

Sebelumnya dilaporkan bahwa banyak pegawai Facebook yang kecewa dengan sikap perusahaan karena membiarkan postingan Trump, yang dianggap mengglorifikasi kekerasan di Facebook.

Mereka kecewa atas sikap Zuckerberg yang mendiamkan postingan itu, sementara Twitter dinilai lebih tegas karena menyembunyikan kicauan Trump dengan isi yang sama. Postingan yang dimaksud adalah dukungan Trump kepada Gubernur Minneasota, Tim Waltz.

Tapi, ada kalimat yang berbunyi "saat penjarahan dimulai, maka penembakan dimulai" yang dilontarkan Trump, yang dinilai sebagian besar pihak menghasut kekerasan. Oleh Twitter, twit tersebut disembunyikan, meskipun masih bisa dilihat dengan menekan tombol "View".

Kalimat itu pernah dipakai oleh seorang kepala polisi Miami, AS Walter Headley yang memicu kerusuhan pada tahun 1968.

Potongan gambar yang menunjukkan pernyataan yang dipinjam oleh Trump yang akhirnya dilabeli kekerasan oleh Twitter.Twitter.com/ddale8 Potongan gambar yang menunjukkan pernyataan yang dipinjam oleh Trump yang akhirnya dilabeli kekerasan oleh Twitter.

Unggahan yang sama di Facebook oleh Trump, masih tetap bisa dilihat secara terbuka. Mereka pun melakukan aksi "mogok kerja" secara virtual dengan memamerkan pengajuan cuti, dengan alasan mendukung aksi protes terhadap kematian George Floyd yang menjadi topik twit Trump.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X