Browser Opera Kini Punya "Jalan Pintas" untuk Buka Twitter

Kompas.com - 25/06/2020, 14:09 WIB
Peramban Opera dengan aplikasi Twitter yang terintegrasi di side bar. Mobile SyrupPeramban Opera dengan aplikasi Twitter yang terintegrasi di side bar.

KOMPAS.com - Jika dibandingkan dengan peramban ( browser) lain seperti Safari atau Chrome, Opera memang kalah populer.

Namun, Opera sejatinya memiliki sejumlah fitur yang berbeda dengan browser lain, salah satunya adalah sidebar.

Melalui sidebar, pengguna Opera bisa mengakses sejumlah aplikasi favoritnya seperti WhatsApp, Instagram, serta Facebook Messenger.

Kini, Opera menambahkan integrasi Twitter ke dalam sidebar miliknya.

Bagi yang belum akrab dengan Opera, peramban ini memiliki tampilan yang cukup unik dibanding Chrome atau Mozilla.

Side bar tersebut ditempatkan di sisi kiri layar, yang berisi workspace, media sosial, riwayat, bookmark, dan sebagainya. 

Baca juga: Diperbarui, Browser Opera Android Bisa Simpan Situs di Kartu MicroSD

Apabila salah satu ikon di side bar diklik, maka akan muncul sebuah jendela kecil yang ukurannya hanya sekitar seperempat dari layar utama.

Layar sekunder dan utama bisa dibuka dan diperasikan secara bersamaan. Sehingga, multitasking akan lebih efektif.

Dengan aplikasi Twitter yang terpasang secara built-in, pengguna tidak perlu repot-repot membuka halaman twitter melalui tab. Cukup menekan tombol Twitter pada sidebar sehingga, membuka Twitter akan lebih mudah dan cepat.

Sebelum menambahkan Twitter, Opera juga menambahkan aplikasi Facebook, Messenger, WhatsApp, dan Instagram secara built-in.

Opera mengatakan, saat mengitegrasikan Instagram di perambannya, ada 73 juta pengguna aktif bulanan unik pada bulan Maret 2020, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Mobile Syrup, Kamis (25/6/2020).

Browser Opera dengan aplikasi Twitter terintegrasi ini tersedia di pembaruan Opera versi 69. Opera bisa diunduh secara gratis melalui situs resminya di tautan berikut.

Baca juga: Opera Perkenalkan Browser “Satu Tangan”

Pengguna Opera sendiri saat masih kalah jauh dengan Chrome yang memiki panga pasar 63,91 persen.

Browser populer berikutnya adalah Safari dengan pangsa pasar 18,2 persen dan Firefox dengan pangsa pasar 4,39 persen. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X