Sony Umumkan Alpha A7C, Kamera Mirrorless Full-frame Terkecil

Kompas.com - 15/09/2020, 13:14 WIB
Kamera mirrorless full-frame Sony A7C dengan lensa baru FE 28-60mm f/4-5.6 SonyKamera mirrorless full-frame Sony A7C dengan lensa baru FE 28-60mm f/4-5.6
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Rumor yang menyebutkan bahwa Sony tengah menyiapkan kamera mirrorless baru yang berukuran ringkas ternyata memang benar.

Pabrikan itu baru saja memperkenalkan A7C, produk yang diklaim sebagai kamera full frame terkecil dan teringan di dunia.

Bodi Sony A7C memang terbilang mungil buat ukuran kamera bersensor full-frame.

Dimensi fisiknya sebesar 124mm x 71,1mm x 59,7mm, dengan bobot 509 gram atau hanya 1 persen lebih berat dari Sony A6600 yang memiliki sensor APS-C.

Dengan body bergaya rangefinder yang menempatkan Electronic Viewfinder (2,36M piksel) di pojok kiri atas. sosok A7C pun tak ubahnya kamera seri A6000 dari Sony, tapi ukuran sensornya jauh lebih besar.

Sensor gambar full-frame di A7C memiliki resolusi 24 MP (BSI CMOS) dan telah dibekali peredam goyangan alias In-Body Image Stabilizer dengan tingkat kompensasi yang diklaim mencapai 5-stop. Dipasangkan dengan prosesor gambar Bionz X, tingkat sensitivitasnya mencapai ISO 51.200.

Dengan bodi bergaya rangefinder ala seri A6000, A7C pun tidak memiliki front dial. Namun ada dial exposure compensation di bagian pojok kanan atas, berdekatan dengan tombol record untuk merekam video dan mode dial.

Baca juga: Mirrorless Sony A7S Mark III Meluncur, Bisa Rekam Video 4K 120 FPS

Sony A7C menyasar kalangan youtuber dan vlogger. Kamera ini pun dibekali layar sentuh LCD berukuran 3 inci dengan engsel fully articulated yang bisa diputar ke segala arah, termasuk menghadap ke depan.

Tampak belakang dan panel atas dari Sony A7C. Layar sentuh 3 inci di punggung bisa diputar dengan engsel articulated sehingga menghadap ke depan. Sony Tampak belakang dan panel atas dari Sony A7C. Layar sentuh 3 inci di punggung bisa diputar dengan engsel articulated sehingga menghadap ke depan.

Kemampuan perekaman videonya mencapai resolusi 4K 30 fps (8-bit) atau 1080p 120 fps, keduanya dengan bit rate 100 Mbps, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Selasa (15/9/2020).

Disediakan pula konektor input untuk mikrofon, output untuk headphone, USB tipe-C untuk charging baterai dan transfer data, serta WiFi. A7C menggunakan baterai tipe NP-FZ100 dengan ketahanan hingga 740 jepretan dngan LCD, 640 jepretan dengan EVF, atau 225 menit perekaman video.

Burst speed maksimal A7C adalah 10 fps. Sistem autofokusnya mengandalkan 693 titik phase detect dengan algoritma yang sama dengan milik kamera A7S Mark III, serta turut dibekali realtime Eye AF untuk subyek manusia maupun hewan.

Baca juga: Kamera Buat Nge-vlog Sony ZV-1 Resmi Dijual di Indonesia, Harganya?

Sony A7C rencananya akan mulai tersedia pada Oktober 2020 dengan harga 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 26,7 juta untuk versi body only.

Sony turut menawarkan versi kit dengan lensa collapsible FE 28-60mm f/4-5.6 seharga 2.100 dollar AS atau sekitar Rp 31,1 juta. Lensa ini juga produk baru yang didesain berukuran ringkas sebagai pendamping kamera A7C.



Sumber The Verge
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X