Kompas.com - 05/01/2021, 11:15 WIB

Merger Gojek-Grab menemui jalan buntu?

Kabar penggabungan atau merger dua perusahaan raksasa ride hailing di Asia Tenggara, Grab dan Gojek terus mencuat sepanjang tahun 2020.

Belakangan, pihak Grab memberikan beberapa persyaratan terkait merger Gojek-Grab ini. Pertama, Grab ingin CEO sekaligus pendirinya, Anthony Tan, menjadi "CEO seumur hidup" secara de facto, dari entitas hasil penggabungan Grab-Gojek nantinya.

Baca juga: Grab Ingin Jadi Pemimpin Jika Gojek-Grab Merger

Grab kemungkinan besar akan tampil sebagai pemimpin, karena memiliki valuasi lebih tinggi dari Gojek dan beroperasi di lebih banyak pasar, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Nikkei Asia, Senin (28/12/2020).

Grab juga dikabarkan menambahkan beberapa klausal sebagai persyaratan merger, termasuk memberikan Tan hak suara yang besar di perusahaan entitas, hak veto atas keputusan dewan, dan kendali atas penghasilannya sendiri.

Sumber lainnya mengatakan bahwa kondisi seperti "siapa yang dapat menunjuk, dan dalam kondisi apa, CEO (grup) baru jika (Tan) meninggal" juga sedang dibahas antara kedua perusahaan.

Jika semua klausul persyaratan dari Grab disetujui, maka Tan akan mendapat kekuasaan yang signifikan atas entitas baru gabungan dari dua perusahaan decacorn di Asia Tenggara itu.

Baca juga: Driver Ojol Ancam Demo Besar-besaran jika Grab dan Gojek Merger

Menurut salah satu sumber, ketidaksepakatan utama dari rencana merger ini adalah soal struktur kepemilikan saham dari entitas gabungan. Gojek sendiri telah meminta 40 persen bagian saham dari entitas merger.

Jumlah tersebut, menurut Grab, secara fundamental terlalu banyak mengingat Grab berada dalam kondisi keuangan yang lebih baik.

Di Indonesia sendiri, isu merger Gojek-Grab sudah mendapatkan penolakan keras dari mitra driver ojek online karena dikhawatirkan akan mengurangi persaingan di sektor ride-hailing.

Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan rencana merger ini juga dikhawatirkan akan memicu terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para mitra pengemudi ojek online, dengan dalih efisiensi perusahaan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.