Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Kompas.com - 15/01/2021, 09:32 WIB
Ilustrasi WhatsApp. KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi WhatsApp.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Belakangan ini, aplikasi pesan WhatsApp mulai merilis sederet kebijakan baru yang harus disetujui pengguna sebelum diterapkan pada 8 Februari mendatang.

Salah satu yang menarik perhatian adalah soal penyerahan data ke Facebook, selaku perusahaan induk WhatsApp.

Kebijakan ini mendapatkan respons yang beragam. Tak sedikit dari pengguna yang memilih untuk setuju karena masih ingin menggunakan WhatsApp.

Ada pula sejumlah pihak yang mempertanyakan kebijakan ini dan menyarankan penggunanya untuk beralih menggunakan aplikasi serupa seperti Telegram dan Signal.

Apabila Anda termasuk pengguna yang ingin bermigrasi dari WhatsApp, riwayat percakapan (chat history) WhatsApp, baik itu pribadi maupun grup, bisa dibilang menjadi salah satu data yang paling penting.

Baca juga: 5 Poin Klarifikasi Terbaru Kebijakan Baru WhatsApp

Kabar baiknya, WhatsApp mengizinkan penggunanya untuk memindahkan alias mencadangkan data tersebut melalui fitur Export chat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah mengekspor riwayat percakapan di WhatsApp.KOMPAS.com/Bill Clinten Langkah mengekspor riwayat percakapan di WhatsApp.
Fitur ini bisa diakses dengan mengunjungi menu "Settings" > "Chats" > "Chat history" > dan "Export chat". Kemudian, pengguna bisa memilih percakapan dari kontak atau grup yang ingin diekspor.

Selanjutnya, pengguna bisa mencadangkan riwayat percakapan hanya teksnya (without media) atau beserta file video/musik/dokumen yang telah diterima/dikirim (include media), apabila ada.

Tentu saja, jika pengguna memilih mengekspor dengan tambahan media, jumlah file yang diekspor akan semakin banyak dan ukurannya juga semakin besar.

Baca juga: Akibat Kebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Telegram Tembus 500 Juta

Langkah mengekspor riwayat percakapan di WhatsApp. Pengguna bisa memilih kontak atau grup apa yang percakapannya ingin diekspor.KOMPAS.com/Bill Clinten Langkah mengekspor riwayat percakapan di WhatsApp. Pengguna bisa memilih kontak atau grup apa yang percakapannya ingin diekspor.

Apa pun opsi yang dipilih, riwayat percakapan yang diekspor tadi bisa dikirim ke berbagai platform lain, seperti Gmail, Slack, Google Drive, Telegram, dan lain sebagainya.

Tampilan riwayat percakapan yang diekspor dengan opsi Inclide Media. Bisa dilihat, selain chat, ada beberapa file, seperti gambar, video, dan audio yang bisa diekspor ke platform lain.KOMPAS.com/Bill Clinten Tampilan riwayat percakapan yang diekspor dengan opsi Inclide Media. Bisa dilihat, selain chat, ada beberapa file, seperti gambar, video, dan audio yang bisa diekspor ke platform lain.

Nantinya, riwayat percakapan akan dirangkum dalam sebuah file berekstensi ".txt" yang kira-kira bernama "WhatsApp Chat with ....".

Adapun titik-titik di nama file tersebut berisi nama kontak atau grup yang telah dipilih tadi.

Apabila sebelumnya memilih opsi "include media", maka file yang bisa dibuka oleh aplikasi Notepad itu bakal disertai dengan berbagai file lainnya.

Baca juga: WhatsApp Punya Aturan Baru, Menkominfo Imbau Masyarakat Bijak Pilih Medsos

Misalnya, ada file berekstensi ".webp" untuk stiker, ".mp4" untuk video, ".xlsx" untuk dokumen spreadsheet, dan lain-lain, sebagaimana ilustrasi gambar di samping.

Setelah diekspor, pengguna lantas bisa mengirim riwayat percakapan tersebut ke alamat e-mail pribadi lain, atau mengunduh dan menyimpannya di perangkat masing-masing.

Perlu dicatat, file riwayat percakapan ini akan berbentuk sebagai lampiran (attachments) dan tidak bisa digunakan untuk memulihkan (restore) percakapan, baik itu di aplikasi WhatsApp maupun aplikasi serupa lainnya.

Pengguna juga memerlukan aplikasi lain untuk membacanya, misalnya Microsoft Excel untuk membaca dokumen berjenis ".xlsx" atau Notepad dan sejenisnya untuk membaca file ".txt".

Cara hapus akun WhatsApp

Cara menghapus akun WhatsApp.KOMPAS.com/Bill Clinten Cara menghapus akun WhatsApp.
Nah, apabila semua data percakapan sudah diekspor atau dicadangkan, Anda bisa menghapus akun WhatsApp dengan tenang melalui menu "Settings" > "Account" > "Delete my account".

Sebelum menghapus, ada baiknya untuk memberitahu kerabat atau keluarga bahwa Anda akan beralih dari WhatsApp ke platform lain.

Anda bisa menggunakan fitur Broadcast untuk menghemat waktu. Fitur ini bisa digunakan dengan mengunjungi menu "New broadcast" di tampilan utama WhatsApp, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Independent, Jumat (15/1/2021).

Baca juga: Elon Musk Sindir WhatsApp dan Sarankan Signal

Cara membuat daftar broadcast di WhatsApp.KOMPAS.com/Bill Clinten Cara membuat daftar broadcast di WhatsApp.
Setelah memilih menu tersebut, pilih kontak yang ingin diberitahu (maksimal 256 orang) dan klik tombol "centang".

Beberapa saat kemudian, kontak-kontak tersebut akan dikumpulkan dalam daftar broadcast yang tampilannya mirip jendela percakapan grup WhatsApp, seperti gambar di atas.

Di tampilan tersebut, Anda lantas bisa mulai menuliskan pesan "perpisahan" ke seluruh kontak WhatsApp yang telah dipilih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.