Xiaomi, Depak Apple dari 3 Besar kemudian Masuk Daftar Hitam AS

Kompas.com - 18/01/2021, 15:15 WIB
Ilustrasi logo Xiaomi dan beragam produk buatannya. GSMArenaIlustrasi logo Xiaomi dan beragam produk buatannya.

KOMPAS.com - Tahun lalu, Xiaomi menorehkan prestasi baru, yakni menjadi vendor smartphone terbesar ketiga di dunia, mengalahkan Apple. Ini merupakan yang pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir.

Pencapaian tersebut menyusul pertumbuhan positif Xiaomi pada kuartal III-2020.

Menurut laporan IDC, pengiriman Xiaomi tembus mencapai 46,5 juta perangkat. Jumlah tersebut lebih besar 13,1 persen dibandingkan dengan pengiriman perangkat Apple yang hanya mencapai 41,6 juta unit.

Laporan Gartner juga mencatat hasil serupa. Firma riset ini mencatat, dari lima vendor smartphone yang masuk dalam daftar, Xiaomi mengalami pertumbuhan pangsa pasar paling besar dibanding yang lainnya.

Vendor asal China itu mencatat angka penjualan 44,4 juta unit pada kuartal III-2020, meningkat 34,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara Apple, yang ini menempati urutan keempat, mengalami penurunan penjualan sebesar turun 0,6 persen, dengan angka penjualan yang terpaut sekitar empat juta unit di bawah Xiaomi.

Baca juga: Xiaomi Cetak Rekor Pengiriman Smartphone

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lima besar vendor smartphone global pada kuartal III-2020 versi firma riset Gartner.Gartner Lima besar vendor smartphone global pada kuartal III-2020 versi firma riset Gartner.
Setelah menorehkan prestasi tersebut, awal tahun ini Xiaomi agaknya harus menerima batu sandungan dari kampung halaman Apple, Amerika Serikat. Sandungan tersebut bukan berasal dari "serangan balik" Apple.

Departemen Pertahanan AS resmi memasukkan Xiaomi ke dalam daftar hitam (blacklist) karena diduga berafiliasi dengan militer komunis China, baru-baru ini, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Nikkei Asia, Senin (18/1/2021).

Dengan dimasukkannya Xiaomi ke dalam daftar hitam, artinya setiap warga negara AS dilarang berinvestasi pada perusahaan  Xiaomi.

Apabila warga AS sudah terlanjur memiliki saham Xiaomi, para investor diberikan waktu hingga November 2021 untuk melepaskan sahamnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X