Warga Australia Terancam Hidup Tanpa Google Search

Kompas.com - 15/02/2021, 07:09 WIB
Ilustrasi Google, Google Search, mesin pencarian ShutterstockIlustrasi Google, Google Search, mesin pencarian

Jika Google mundur dari Australia, dampak dari undang-undang News Media Bergaining Code Law akan menjadi contoh yuridiksi bagi negara lain seperti Kanada dan Uni Eropa. Sejauh ini, kedua belah pihak masih berusaha untuk berdialog.

CEO kedua perusahaan, yakni Sundar Pichai dan Mark Zuckerberg konon masih berdiskusi dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison atau menteri terkait melalui sambungan telepon.

Morisson mengatakan pertemuan jarak jauhnya dengan para petinggi perusahaan teknologi berjalan konstruktif dan "harus memberikan dorongan yang besar bagi mereka untuk terlibat dalam proses".

Google tidak memberikan komentar untuk pertemuan tersebut. Tapi sebelumnya, Google menyodorkan alternatif untuk memberikan kompensasi ke perusahaan media melalui produk News Showcase. Melalui produk tersebut, Google akan membayar media-media terpilih untuk mengkurasi konten.

Pesaing siap ambil alih

Absennya Google di Australia bisa jadi celah bagi pesaingnya, seperti Bing dan DuckDuckGo, yang susah payah menggeser dominasi Google sebagai gerbang situs web. Para kompetitor ini bisa memanfaatkan kesempatan emas itu untuk membuat pijakan awal menuju level global.

Bahkan, Microsoft sudah bergerilya untuk memanfaatkan peluang. Presiden Microsoft, Brad Smith, mengatakan akan berinvestasi demi memastikan Bing bisa sebanding dengan pesaingnya.

Baca juga: Google Tak Lagi Jadi Mesin Pencari Utama di Ponsel Android di Eropa

Dalam sebuah blog, Smith juga mengatakan bahwa Amerika seharusnya mengadopsi undang-undang Australia yang sedang diperselisihkan.

Sementara itu, Partai Hijau (Australian Green party) mengusulkan agar pemerintah membuat search engine non-profit sendiri, ketimbang membuka pintu bagi perusahaan asing lainnya.

"Kita tidak seharusnya mencari perusahaan raksasa asing lainnya untuk mengisi kekosongan ini (Google)," kata senator Sarah Hanson-Young.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X