Facebook dan Instagram Blokir Akun Milik Militer Myanmar

Kompas.com - 25/02/2021, 15:03 WIB
Dalam file foto yang diambil pada 12 Februari 2020 ini, militer Myanmar ikut serta dalam upacara untuk menandai Hari Persatuan Nasional ke-73 di Yangon. AFP/SAI AUNG MAINDalam file foto yang diambil pada 12 Februari 2020 ini, militer Myanmar ikut serta dalam upacara untuk menandai Hari Persatuan Nasional ke-73 di Yangon.

KOMPAS.com - Kondisi politik di Myanmar tengah bergejolak. Pada awal Februari lalu, Militer Myanmar berhasil mengambil alih pemerintahan yang sah, lewat kudeta.

Sejak saat itu, Pemerintahan Militer baru tersebut mulai memblokir akses warganya ke berbagai platform media sosial, termasuk Facebook.

Facebook mengungkapkan situasi di Myanmar sebagai keadaan darurat dan meresponsnya dengan beberapa cara, termasuk memblokir akun-akun Facebook milik Militer Myanmar dan entitas afiliasinya, tanpa batas waktu.

Baca juga: Setelah Facebook, Giliran Twitter Diblokir Pemerintah Militer Myanmar

"Hari ini, kami melarang sisa akun militer Myanmar "Tatmadaw", akun entitas negara lainnya, serta media yang dikendalikan militer dari Facebook," tulis Facebook di laman Newsroom Facebook.

Di samping itu, Facebook juga memblokir iklan dari organisasi komersial yang terkait dengan militer. Pemblokiran akun-akun yang berkaitan dengan Militer Myanmar juga akan berlaku secepatnya di media sosial lain kepunyaan Facebook, Instagram.

Pemblokiran ini dilakukan lantaran Facebook melihat adanya risiko yang lebih besar bila akun-akun yang berafiliasi dengan Tatmadaw, masih dibiarkan berkoar-koar di Facebook dan Instagram.

"Berbagai peristiwa sejak kudeta 1 Februari lalu, termasuk tindakan kekerasan yang mematikan, telah memicu perlu adanya pemblokiran ini," tulis Facebook.

Sejak kudeta, Facebook mengatakan telah memblokir akun-akun milik Militer Myanmar dan afiliasinya, termasuk laman Tatmadaw True News serta laman saluran radio dan televisi MRTV.

"Mereka terus melanggar kebijakan kami yang melarang koordinasi kerusakan dan hasutan untuk melakukan kekerasan," ungkap Facebook.

 Baca juga: Ini Dia Video YouTube Ampun Bang Jago yang Jadi Saksi Detik-detik Kudeta di Myanmar

Pada 11 Februari lalu, Facebook juga memblokir laman Tatmadaw Information Team dan akun juru bicara Tatmadaw, Brigjen Zaw Min Tun karena menyebarkan misinformasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.