Genap Berusia 12 Tahun, WhatsApp Ingatkan Pengguna Soal Privasi

Kompas.com - 25/02/2021, 09:08 WIB
ilustrasi WhatsApp user slashgear.comilustrasi WhatsApp user

KOMPAS.com - WhatsApp genap berusia 12 tahun. Aplikasi pesan instan terpopuler ini pertama kali didirikan pada 24 Februari 2009 silam oleh Jan Koum dan Brian Acton, sebelum berakhir di tangan Facebook pada 2014.

"Selamat 12 tahun WhatsApp!" kicau akun handle @WhatsApp di Twitter. Disebutkan bahwa WhatsApp kini sudah memiliki dua miliar pengguna dan menangani pengiriman 100 miliar pesan setiap harinya.

Baca juga: Keamanan Percakapan WhatsApp Bisa Hilang, Ini Kata Kominfo

Selain itu, dalam kicauan yang sama, WhatsApp kembali mengingatkan pengguna soal komitmen mereka untuk melindungi privasi penggunanya.

"Kami berkomitmen untuk terus melindungi privasi Anda dengan enkripsi ujung-ke-ujung. Selalu dan selamanya," tulis WhatsApp.

Soal privasi pengguna WhatsApp memang menjadi topik hangat di kalangan pengguna beberapa waktu lalu. Hal tersebut tak lepas dari pembaruan persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang mulai digulirkan WhatsApp pada Januari 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jangan Kaget kalau Muncul Spanduk Pengumuman di WhatsApp, Ini Isinya

Ini menimbulkan kekhawatiran lantaran ada poin pembaruan yang menyebutkan bahwa WhastApp akan meneruskan sejumlah data penggunanya ke Facebook. Pengguna WhatsApp pun banyak beralih ke aplikasi perpesanan lain seperti Signal dan Telegram.

WhatsApp melakukan beberapa cara untuk mengklarifikasi soal pembaruan yang digulirkannya, baik melalui unggahan di Twitter hingga mengunggah status di aplikasinya sendiri.

Dalam beberapa klarifikasinya, salah satu poin yang terus diulang WhatsApp adalah soal enkripsi ujung ke ujung tadi, yang membuat percakapan pengguna tidak bisa diintip oleh pihak lain mana pun.

WhatsApp juga menegaskan bahwa pembaruan kebijakan kali ini berfokus pada interaksi antara pengguna dengan WhatsApp Business.

Apabila ingin tetap bisa memakai WhatsApp, pengguna harus menyetujui ketentuan privasi baru dalam notifikasi yang dimunculkan di dalam aplikasi, selambat-lambatnya pada 15 Mei mendatang.

Baca juga: Pengguna WhatsApp Tidak Bisa Baca dan Balas Pesan jika Tolak Kebijakan Baru

Akun pengguna yang tidak setuju akan mengalami pembatasan fungsi, yakni hanya dapat digunakan untuk menerima panggilan dan notifikasi, tidak bisa untuk mengirim pesan atau membaca pesan yang diterima.

Pengguna yang tidak menyetujui kebijakan baru pun akan dianggap sebagai akun non-aktif. Jika melihat laman FAQ, akun WhatsApp yang tidak aktif selama 120 hari akan dihapus, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gizmodo, Senin (22/2/2021).

"Untuk menjaga keamanan, membatasi retensi data, dan melindungi privasi pengguna kami, akun WhatsApp akan dihapus setelah tidak aktif selama 120 hari," tulis WhatsApp.



Sumber Gizmodo
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.