Snack Video Diblokir tapi Masih Bisa Diunduh di Play Store, Ini Kata Kominfo

Kompas.com - 03/03/2021, 12:50 WIB
Ilustrasi aplikasi Snack Video di Play Store. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoIlustrasi aplikasi Snack Video di Play Store.

KOMPAS.com - Kemeterian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi membokir situs web dan aplikasi Snack Video. Pemblokiran dilakukan setelah Satgas Waspada Investasi (SWI) menyatakan bahwa aplikasi Snack Video adalah ilegal.

"Atas permintaan otoritas terkait, aplikasi tersebut sudah tidak dapat diakses," kata Menteri Kominfo, Johnny G. Plate melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Rabu (3/3/2021).

Namun, hingga berita ini ditulis, aplikasi Snack Video masih terpajang dan bisa diunduh di toko aplikasi Play Store.

Menurut Menteri Johnny, pengajuan blokir Snack Video ke Play Store memang membutuhkan waktu.

Baca juga: Alasan Mengapa Vtube, TikTok Cash, dan Snack Video Dianggap Ilegal

"Pengajuan blokir ke Play Store memang membutuhkan waktu, karena harus berkoordinasi dengan Google HQ di AS," kata Johnny melalui pesan singkat.

Dari percobaan KompasTekno, aplikasi Snack Video tidak bisa digunakan dengan lancar. Pengguna mungkin masih bisa membuka aplikasi dengan normal, tapi setelah melihat dua video, akan muncul keterangan "can't connect to server".

Kominfo memblokir website dan aplikasi Snack Video. Aplikasi tersebut mulai sulit diakses. KOMPAS.com/WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI Kominfo memblokir website dan aplikasi Snack Video. Aplikasi tersebut mulai sulit diakses.

Namun, ketika coba membuka Snack Video menggunakan operator seluler lain, aplikasi masih bisa diakses sebagaimana mestinya. Artinya, belum semua operator atau ISP memblokir aplikasi ini.

Sementara untuk situs web Snack Video, Johnny mengatakan sudah diblokir sejak 2 Maret lalu atas permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, pihak Snack Video saat ini sedang mengajukan sanggahan ke OJK mengenai legalitas mereka.

"Dengan kondisi ini, maka posisi Kominfo selanjutnya juga akan ditentukan oleh hasil sanggahan tersebut," imbuh Johnny.

Alasan disebut ilegal

Sebelumnnya, Ketua SWI, Tongam L Tobing mengatakan Snack Video diblokir karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kominfo. Aplikasi tersebut juga dinyatakan tidak memiliki badan hukum dan izin di Indonesia.

Baca juga: Aplikasi Clubhouse Terancam Diblokir Kominfo

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X