Bermain Game di Rumah Selama Pandemi, Baik untuk Kesehatan Mental

Kompas.com - 03/03/2021, 20:01 WIB
ilustrasi bermain game The Vergeilustrasi bermain game
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Selama pandemi Covid-19, rumah menjadi titik sentral kegiatan apa pun bagi sejumlah orang. Salah satu kegiatan yang menjadi semakin banyak dilakukan dalam situasi ini adalah bermain video game untuk mengisi waktu.

Lembaga riset pasar IDC memperkirakan industri game mengalami kenaikan pendapatan sebesar 20 persen pada 2020. Durasi orang bermain game di rumah pun meningkat selama pandemi, entah bermain game konsol, PC, atau game mobile di smartphone.

Tak hanya untuk mengisi waktu luang, bermain game juga disebut dapat menghilangkan rasa stres atau kejenuhan bagi beberapa orang. Namun seperti apa dampaknya terhadap kesehatan mental sang pemain?

Sebuah riset yang dilakukan oleh National Institutes of Health pada 2019 lalu mengungkap bahwa video game ternyata bisa menghasilkan efek positif berupa pengurangan gejala depresi.

Baca juga: Laptop dan PC Kekurangan Stok, Diprediksi Baru Pulih pada 2022

Game yang menampilkan pertarungan (fighting) disebut dapat menghasilkan efek buruk berupa peningkatan tingkat adrenalin dari pemainnya, tapi adrenalin akan langsung menurun begitu pemain meletakkan controller.

Sementara itu, sebuah penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science baru-baru ini mengungkapkan bahwa game dapat mempengaruhi kebahagiaan alias perasaan well being seseorang secara positif.

"Saat video game kini semakin populer, kita melihat bahwa video game sangat erat dengan kesehatan mental mereka," tulis isi jurnal tersebut.

Jurnal Games for Health merangkum hasil-hasil riset yang dilakukan oleh beberapa peneliti mengenai apa dampak yang diperoleh dari bermain game casual, misalnya Plant versus Zombie atau Bejeweled.

Seperti dihimpun KompasTekno dari Wired, Rabu (3/3/2021), dari 13 penelitian yang dihimpun oleh junral ini, 12 di antaranya menyebut bahwa bermain game ternyata membawa dampak positif bagi pemainnya.

Baca juga: 5 Tren Teknologi yang Booming Selama Pandemi Covid-19

"Semua studi yang mengevaluasi mood dan stres mencatat peningkatan positif yang signifikan (dari bermain game), dibanding ketika sedang beristirahat, browsing, atau melakukan aktivitas relaksasi," tulis jurnal tersebut.

Stres biasanya terjadi pada seseorang saat dirinya berada di luar zona nyaman sehingga membuat tubuh menimbulkan respons yang berbeda dari biasanya.

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang menjadi stres. Namun, secara garis besar, penyebabnya biasanya berasal dari diri sendiri, orang-orang terdekat, pekerjaan, atau lingkungan sekitar.

Manfaat positif game untuk orang dewasa

Seorang psikolog asal AS, Megan Connell, mengatakan bahwa bermain game dapat membawa banyak manfaat positif, khususnya bagi orang dewasa.

Menurut Connell, bermain game dapat menjadi jalan keluar bagi sejumlah orang untuk lepas dari tekanan dan mengurangi tingkat stres.

"Ada banyak manfaat bagi orang dewasa ketika bermain video game. Mereka menjadi lebih rileks, fokus terhadap jalan permainan, dan membuat diri mereka menjadi lebih bahagia," kata Connell.

"Saya merekomendasikan game seperti Stardew Valley sebagai game yang bagus untuk dimainkan karena menggambarkan tentang perawatan diri," lanjutnya.

Connell menjelaskan bahwa ketika orang dewasa sedang bermain game, mereka cenderung menunjukkan tingkah laku di luar usia mereka.

Baca juga: Permintaan PC Gaming dan Monitor Diprediksi Terus Naik hingga 2024

"Orang dewasa yang bermain game terkadang tidak bertingkah seperti layaknya orang dewasa. Namun, kami bisa menyimpulkan bahwa video game dapat bermanfaat bagi semua kalangan di berbagai usia," ungkap Connell.

Bermain game, lanjut Cornell, juga dikatakan dapat menjadi penyeimbang bagi kehidupan seseorang.  "Semakin banyak penelitian menunjukkan kepada kami, bahwa bermain sangat penting untuk membuat hidup menjadi seimbang," jelas Connell.

Dalam batas wajar, bermain game tentu tidak dilarang. Meskipun bermain game bisa memberikan dampak positif, durasi waktunya juga mesti diatur agar tak menimbulkan masalah lain.

Sebab, terlalu banyak bermain game juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan, misalnya gangguan pengelihatan akibat terlalu sering menatap layar PC maupun gadget.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Wired
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.