Daftar 5 Besar Merek Smartphone di Indonesia, Vivo Masih Teratas

Kompas.com - 17/03/2021, 11:32 WIB
Reklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta. KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWIReklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta.

KOMPAS.com - Firma riset IDC kembali merilis laporan lima besar merek smartphone Indonesia untuk kuartal IV-2020 berdasarkan volume pengiriman.

Secara keseluruhan, lima besar penguasa pasar smartphone Indonesia masih sama dengan beberapa kuartal sebelumnya. Hanya saja, mereka saling bertukar posisi.

Vivo masih merajai pasar smartphone di Indonesia pada kuartal IV-2020 dengan pangsa pasar 23,3 persen. Vendor China ini sudah nangkring di urutan teratas daftar lansiran IDC sejak kuartal-I 2020.

Baca juga: IDC: Vivo Peringkat Pertama Pasar Smartphone Indonesia

IDC menyebut keberhasilan mempertahankan posisi itu dikarenakan Vivo mengandalkan distribusi ke unorganized retail channel. Sebab, toko-toko tersebut masih beroperasi selama awal pembatasan sosial.

Selain itu, Vivo fokus pada seri Y yang menyasar segmen low-end di rentang harga Rp 1,5-3 juta.

Oppo duduk di urutan kedua dengan pangsa pasar yang terpaut tipis, yakni 23,3 persen.
Menurut IDC, Oppo berhasil menyelesaikan masalah inventaris yang terjadi di awal tahun 2020.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5 besar vendor smartphone Indonesia versi IDCIDC 5 besar vendor smartphone Indonesia versi IDC

Oppo juga mempertahankan dominasinya di segmen mid-range di rentang harga sekitar Rp 3-6 juta. Smartphone seri A dan Reno disebut menarik konsumen lewat pemasaran online.

Urutan ketiga ditempati oleh Xiaomi dengan pangsa pasar 15,3 persen. IDC menyebut bahwa Xiaomi turut diuntungkan dari adanya aturan IMEI yang mulai bergulir awal tahun 2020 lalu. Aturan baru ini menekan peredaran ponsel ilegal (black market, BM).

Selain itu, Xiaomi juga mulai memperluas pangsa di segmen mid-range yang didorong oleh Redmi Note 9 Pro dan merek POCO di pertengahan tahun 2020. Posisi keempat dihuni Realme dengan pangsa pasar 14 persen.

Baca juga: IDC Ungkap Penurunan Pasar Smartphone Indonesia dan Potensi Pemulihannya

Realme mampu bertahan meskipun sempat menghadapi masalah pasokan di paruh pertama tahun 2020. Selain itu, Realme juga mengandalkan produk low-end dan pemasaran online yang agresif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X