Menengok Sejarah Microsoft, dari DOS hingga Windows dan Xbox

Kompas.com - 24/03/2021, 11:41 WIB
Ilustrasi Microsoft Inc businessinsider.comIlustrasi Microsoft Inc
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Siapa tak kenal Microsoft? Perusahaan ini bisa dibilang merupakan salah satu nama paling beken di dunia teknologi yang produknya -mulai dari sistem operasi hingga konsol game- banyak dipakai di berbagai belahan dunia

Seperti banyak perusahaan besar lainnya, Microsoft tak langsung meraksasa. Awal ceritanya bermula dari dua sahabat, Bill Gates dan Paul Allen, yang berteman sejak duduk di bangku SMA.

Saat itu, keduanya sama-sama gemar mendalami ilmu komputer hingga rela menginap di ruang laboratorium komputer di sekolah.

Baca juga: Sejarah Apple yang Tak Jadi Bangkrut karena Microsoft

Setelah lulus SMA pada tahun 1973, Gates melanjutkan kuliah di Harvard University, sementara Allen bekerja sebagai programmer komputer di perusahaan manufaktur asal AS bernama Honeywell Inc.

Terinspirasi Altair

Pendiri Microsoft, Bill Gates dan Paul Allencolumbian.com Pendiri Microsoft, Bill Gates dan Paul Allen

Ide untuk mendirikan Microsoft muncul pada Januari 1975. Saat itu, Allen yang masih berusia 22 tahun membeli edisi terbaru majalah teknologi, Popular Electronics, yang membahas Altair 8800, Personal Computer (PC) pertama di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu belum ada software apapun yang bisa dijalankan dengan Altair. Allen menunjukkan majalah itu kepada dengan Gates, yang kemudian menghubungi  perusahaan pembuat Altair 8800 dan menawarkan jasa penulisan bahasa pemrograman untuk komputer tersebut.

Kolaborasi antara Gates dan Allen menghasilkan bahasa pemrograman yang dinamai BASIC. BASIC merupakan singkatan dari Beginner All-purpose Symbolic Instruction Code. Satu bulan berselang, Gates dan Allen mendemonstrasikan bahasa pemrograman BASIC kepada MITS.

Ilustrasi perangkat Mikrokomputer Altair 8800 tahun 1975interesting engineering Ilustrasi perangkat Mikrokomputer Altair 8800 tahun 1975

Ed Roberts, yang kala itu merupakan CEO MITS, menyetujui program BASIC tersebut dan mengadopsinya dalam produk terbaru bernama Altair BASIC. Allen dan Gates berhasil menjual kode pemrograman mereka kepada MITS seharga 3.000 dollar AS.

Pencapaian itulah yang menginspirasi Gates dan Allen untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak (software) bernama Microsoft. "Ketika kami menandatangani kontrak pertama dengan MITS, kami memutuskan untuk mendirikan bisnis bernama Micro-Soft," kata Gates.

Baca juga: Profil Bill Gates, Pendiri Microsoft yang Putus Kuliah demi Kejar Mimpi

Tak lama kemudian, Gates memutuskan untuk berhenti kuliah agar fokus dalam mengembangkan bisnis Microsoft bersama Allen.

Barulah pada 4 April 1975, Gates dan Allen resmi mendirikan perusahaan Microsoft di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat. Dalam perusahaan itu, Gates berperan sebagai CEO Microsoft, sedangkan Allen menjabat sebagai Executive Vice President Microsoft.

Dari QDOS menjadi MS-DOS

Kantor Microsoftbbc.com Kantor Microsoft

Nama Microsoft sendiri mulanya adalah Micro-Soft. "Micro" berasal dari kata mikrokomputer sedangkan "Soft" mengacu pada perangkat lunak.

"Saya lupa, mengapa kami mengejanya dengan tanda hubung (-) dan huruf besar 'S'. Kami juga mencantumkan kata itu pada produk pertama kami dengan nama 'Micro-Soft BASIC', kata Gates.

Gates kemudian mendaftarkan Microsoft ke sekretaris negara bagian New Mexico pada 26 November 1976 sebagai nama perusahaan yang ia bangun bersama Allen.

Pada Agustus 1977, Microsoft membangun kantor internasional pertamanya di Jepang bernama "ASCII Microsoft". Kemudian tahun 1979, Gates dan Allen memutuskan pindah ke Bellevue, Washington, AS untuk mendirikan kantor pusat pertama Microsoft di sana.

 

Tampilan sistem operasi Microsoft, MS-DOSwinworldpc.com Tampilan sistem operasi Microsoft, MS-DOS

Microsoft memasuki bisnis sistem operasi pada tahun 1980 dengan menciptakan versi Unix yang disebut Xenix.

Di tahun yang sama, International Business Machines Corporation (IBM) meminta Microsoft memproduksi software atau sistem operasi untuk perangkat IBM Personal Computer (PC).

IBM merupakan perusahaan teknologi multinasional Amerika yang berbasis di Armond, New York, Amerika Serikat, dan sedang mencari sistem operasi untuk mengisi perangkat komputernya

Microsoft menyetujui tawaran tersebut meskipun sebenarnya belum memiliki sistem operasi. Gates dan Allen saat itu baru mengerjakan coding dan mengembangkan bahasa pemrograman.

Baca juga: Game of Thrones Ditulis Menggunakan MS-DOS

Sementara di Seattle, ada sebuah perusahaan software kecil yang telah mengembangkan sistem operasi dasar, yakni 86-DOS (awalnya Quick and Dirty Operating System, QDOS).

Allen yang memiliki kontak perusahaan itu dengan sigap melakukan negosiasi untuk membeli hak cipta 86-DOS. Microsoft lalu mengembangkan 86-DOS menjadi MS-DOS (Microsoft Disk Operating System), untuk ditawarkan kepada IBM.

Komputer IBM kemudian menjadi standar dalam industri komputer, sementara MS-DOS menjadi sistem operasinya. Berkat kerja sama ini, Microsoft semakin berkembang dan mendapatkan profit yang lumayan besar.

Pada tahun 1981, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Interesting Engineering, Rabu  (24/3/2021), nama perusahaan besutan Allen diubah dari Micro-Soft menjadi Microsoft Inc.

Paul Allen mengundurkan diri

Salah satu pendiri Microsoft, Paul Gardner Allenforbes.com Salah satu pendiri Microsoft, Paul Gardner Allen

Petualangan Allen bersama Gates di Microsoft hanya berlangsung selama 8 tahun. Pada tahun 1983, Allen mengundurkan diri dari perusahaan yang ia bangun karena dua alasan.

Pertama, ia mengidap penyakit sejenis kanker, yakni limfoma hodgkin. Kedua, dikarenakan hubungan Allen dan Gates mulai mengalami ketidakcocokan sehingga tidak bisa bekerja sama lagi.

Selepas dari Microsoft, Allen melakukan banyak hal. Allen membangun perusahaan investasi Vulcan Inc, membeli tim basket Portland Trail Blazers dan tim football Seattle Seahawks, serta berinvestasi di America Online (AOL) dan studio film DreamWorks.

Allen juga mendirikan Allen Institute for Brain Science dan sebuah perusahaan penerbangan bernama Stratolaunch Systems.

Baca juga: Pendiri Microsoft Paul Allen Meninggal Dunia karena Kanker

Pada 15 Oktober 2018, Allen meninggal dunia dalam usia 65 tahun. Allen meninggal akibat komplikasi limfoma non-Hodgkin, penyakit kanker getah bening yang telah dideritanya sejak bertahun-tahun. Pada 2009, ia pun pernah dirawat secara intensif karena penyakit ini.

Bagi banyak orang, sosok Bill Gates terlihat dominan di Microsoft. Tetapi, Allen pun memiliki peran yang tak kalah penting dalam sejarah Microsoft.

Kelahiran Windows

Pendiri Microsoft, Bill Gatesredmondmag.com Pendiri Microsoft, Bill Gates

Di bawah kendali Gates, Microsoft terus memperluas segmen pasar baru dengan merilis produk Microsoft Mouse pada tanggal 2 Mei 1983. Di tahun yang sama, Microsoft turut meluncurkan sistem operasi terbarunya yang bernama Microsoft Windows 1.0.

Pada tanggal 26 Februari 1986, Microsoft memindahkan kantor pusatnya dari Bellevue ke Redmond, Washington, Amerika Serikat.Tujuan pemindahan kantor pusat itu disinyalir merupakan upaya Microsoft untuk fokus dalam mengembangkan produk teknologi lainnya.

Sistem Operasi Microsoft, Windowscomputerworld.com Sistem Operasi Microsoft, Windows

Pada Desember 1987, Micosoft merilis Windows 2.0 dengan sejumlah pembaruan. Saat itu, Microsoft membagi Windows 2.0 dalam dua versi, pertama untuk dukungan prosesor Intel 8086 lalu kedua untuk Windows 386.

Di tahun 1989, lahirlah produk bernama Microsoft Office. Microsoft Office merupakan paket software produktivitas yang umumnya digunakan untuk melakukan berbagai tugas perkantoran maupun keperluan sekolah.

Baca juga: Sistem Operasi Windows yang Kini Berusia 35 Tahun

Saat ini, Microsoft Office mencakup berbagai layanan seperti Word, Excel, PowerPoint, Access, OneNote, Outlook, Publisher, dan lainnya. Windows 3.0 muncul pada Mei 1990. Dua tahun berselang tepatnya 1992, Microsoft merilis Windows 3.1.

Windows 3.1 menjadi sistem operasi Windows pertama yang memperkenalkan beberapa fitur baru seperti program yang digunakan untuk mengorganisasi data, menyediakan pilihan jenis font, fitur screen saver, serta permainan Minesweeper dan Solitaire.

Microsoft Officequietpc.com Microsoft Office

Pada Agustus 1995, Microsoft merilis Windows 95. Sistem operasi ini merupakan OS Windows versi keempat yang pertama kali memperkenalkan menu "Start" di taskbar, tombol minimize dan maximize, serta ikon tombol "X" untuk menutup jendela program.

Windows 95 juga telah mendukung koneksi internet, dial-up networking, Transmission Control Protocol (TCP), Internet Protocol (IP), browser web Internet Explorer 1.0, serta plug and play.

Baca juga: Cara Membersihkan Cache di Windows 10 agar Komputer Lebih Cepat

Windows versi kelima yang disebut Windows 98 resmi dirilis pada Juni 1998, kemudian disusul oleh Windows 98 Second Edition yang hadir pada Mei 1999. Setahun kemudian, munculah sistem operasi Windows 2000, lalu Windows XP pada 2001.

Windows Vista diperkenalkan pada 2006 dan segera digantikan oleh Windows 7 tahun 2009. Windows 8 diperkenalkan tahun 2012. Kemudian, versi terbaru, Windows 10, meluncur pada 2015. 

Masuk bisnis game dengan Xbox

Pada tahun yang sama dengan kemunculan Windows XP, Microsoft mengembangkan sayap ke bisnis video game lewat konsol buatannya sendiri, Xbox.

Konsol Xbox buatan Microsofttechradar.com Konsol Xbox buatan Microsoft

Konsol game ini ternyata mendapat sambutan baik di pasar dan berhasil menarik minat gamer sebagai alternatif konsol populer saat itu, PlayStation 2 dari Sony. Kemunculan Xbox disusul oleh layanan Xbox Live yang memungkinkan penggunanya bermain secara online.

Baca juga: Selisih Harga Rp 3 Juta, Ini Bedanya Xbox Series X dan Series S

Microsoft pun melanjutkan kiprahnya di dunia game dengan merilis konsol generasi kedua, Xbox 360, pada 2005 untuk bersaing dengan PlayStation 3 dan Nintendo Wii. Generasi ketiga, Xbox One, hadir pada 2013 dan menjadi rival berat PlayStation 4.

Generasi terbaru konsol game Microsoft adalah duo konsol Xbox Series X dan Series X yang baru dirilis tahun 2020 lalu.

Selain konsol, Microsoft juga merilis alat pengontrol berbasis gerak yang diberi nama Kinect. Alat yang diperkenalkan pada 2010 lalu ini memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan bermain game melalui gerakan tubuh.

Baca juga: Resmi Diakuisisi Microsoft, Game Bethesda Akan Eksklusif untuk Xbox

Perusahaan ini turut mengembangkan bisnis dari segi software game, seperti lewat pembelian Minecraft pada 2014. Terakhir, Microsoft mengakuisisi ZeniMax Media, perusahaan induk sejumlah developer game seperti Bethesda, id Software, dan Tango Gameworks.

Gagal merambah smartphone

Microsoft mulai berkiprah di ranah mobile lewat sistem operasi Windows CE yang dirilis untuk komputer genggam pada 1996. OS ini berevolusi menjadi Windows Mobile yang banyak digunakan di produk pocket PC dan PDA.

Di era smartphone, Microsoft menjagokan Windows Phone dan lini ponsel Lumia yang diakuisisi dari Nokia pada 2014. Sistem operasi ini sempat digadang-gadang bakal menjadi rival berat Android dan iOS.

Nokia Lumia 930 dengan sistem operasi Windows Phone 8.1Nokia Nokia Lumia 930 dengan sistem operasi Windows Phone 8.1

Sayang, WIndows Phone kalah bersaing. Pengembangan versi terakhirnya, Windows 10 Mobile, dihentikan pada 2019. Begitu juga dengan lini smartphone Lumia. Microsoft pun gagal masuk ke ranah smartphone dan beralih mengembangkan software untuk Android dan iOS.

Baca juga: Mantan Pegawai Ungkap Sebab Kegagalan Nokia Windows Phone

Kendati demikian, Microsoft masih memiliki lini tablet dan ultrabook Surface yang terbilang sukses. Alih-alih Windows Phone, Surface yang kini terdiri dari aneka model menjalankan sistem operasi Windows 10 reguler, versi x86 dan ARM.

Kini Microsoft merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar dengan nilai kapitalisasi pasar lebih dari 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 14.391 triliun. Kantornya cabangnya ada 100 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tampuk kepemimpinannya kini tak lagi berada di tangan Bill Gates, melainkan sudah beralih ke Satya Nadella, setelah sebelumnya mampir ke Steve Ballmer. Gates sendiri sekarang fokus dalam kegiatan amal bersama dengan istrinya, Melinda.




Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.