Mahkamah Agung AS Tetapkan Android Tak Melanggar Hak Cipta Java

Kompas.com - 07/04/2021, 13:09 WIB
Ilustrasi Google Office nytimes.comIlustrasi Google Office

KOMPAS.com - Google dan Oracle telah bersengketa di pengadilan selama bertahun-tahun terkait penggunaan baris kode Java API di sistem operasi Android.

Dalam perkembangan terbaru, pada Senin (5/4/2021) pekan ini, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Google tidak melanggar hak cipta Java milik Oracle. Putusan tersebut diambil menyusul voting dengan hasil 6-2 untuk kemenangan Google.

Dengan demikian, Mahkamah Agung AS menetapkan bahwa penggunaan 11.500 baris kode dari antarmuka pemrograman aplikasi Java (Java API) milik Oracle oleh Google untuk membangun Android termasuk dalam empat faktor penggunaan yang wajar (fair use).

Menanggapi hal ini, wakil presiden senior Google untuk urusan global, Kent Walker mengatakan bahwa keputusan MA terhadap kasus Google melawan Oracle adalah "kemenangan besar untuk inovasi, interoperabilitas, dan komputasi".

Baca juga: Kisah Android, dari OS Kamera hingga Logo yang Terinspirasi Toilet

Di sisi lain, Oracle kembali menuding bahwa Google telah mencuri kode dari Java API miliknya. Dengan keputusan Mahkamah Agung ini, Oracle mengklaim bahwa Google akan jadi semakin besar dan lebih mendominasi di pasaran.

"Perilaku inilah yang menyebabkan otoritas pengatur di seluruh dunia dan di Amerika Serikat memeriksa praktik bisnis Google, " kata Oracle.

Pertarungan antara Google dan Oracle di pengadilan terlah berlangsung selama satu dekade. Sengketa berawal ketika Oracle mengakuisisi Sun Microsystems, sebuah perusahaan yang mengembangkan bahasa pemrograman Java, pada tahun 2010 silam.

Sebelum akuisisi tersebut terjadi, pada 2005, Google telah membeli Android yang didirkan oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White.

Baca juga: Android Punya 3 Tanggal Ulang Tahun, Mana yang Benar?

Google lantas mengembangkan sistem operasi Android. Saat pengambangan, Google ingin menggabungkan antarmuka pemrograman aplikasi Java milik Sun.

Google sempat meminta Sun Microsystems untuk melisensikan pustaka Java untuk digunakan membangun Android. Namun akhirnya negosiasi tersebut batal karena Google dan Sun berbeda pandangan soal penggunaan Java API ini.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X