WhatsApp Menurun, Telegram dan Signal Meroket

Kompas.com - 19/05/2021, 09:45 WIB
Ilustrasi aplikasi chatting Signal, WhatsApp, dan Telegram. Kompas.com/Wahyunanda KusumaIlustrasi aplikasi chatting Signal, WhatsApp, dan Telegram.

KOMPAS.com - Sejak WhatsApp mengumumkan kebijakan barunya awal tahun 2021 lalu, dua aplikasi pesan instan pesaingnya, Signal dan Telegram, kebanjiran pengguna baru.

Menurut laporan dari firma riset aplikasi Sensor Tower, dalam empat bulan pertama di tahun 2021, angka instalasi aplikasi Telegram naik 98 persen secara year-over-year (YoY), mencapai angka 161 juta.

Untuk Signal, jumlah pemasangannnya bahkan melesat sangat tajam, yakni naik hingga 1.192 persen dari tahun ke tahun untuk pertama kalinya dengan angka 64,6 juta.

Di sisi lain, pertumbuhan pemasangan aplikasi WhatsApp menurun 43 persen secara YoY dari Januari ke April 2021. Kendati demikian, secara total angka pemasangan, WhatsApp tetap unggul dibanding dua kompetitornya dengan angka 172,3 juta dalam periode yang sama.

Baca juga: Cara Memindahkan Chat dari WhatsApp ke Telegram dan Signal

Meskipun sukses di awal tahun, jumlah unduhan Telegram dan Signal tercatat mengalami penurunan dari bulan ke bulan. Menurut Sensor Tower, pada bulan Januari angka unduhan Telegram mencapai 63,5 juta, naik 283 persen secara YoY dari angka 16,6 juta.

Pada bulan April, jumlah unduhan menurun 3 persen secara YoY ke angka 26,2 juta, lebih rendah dibanding kenaikan awal tahun yang tembus hampir 27 juta. Nasib agak berbeda dialami Signal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada bulan Januari 2021, angka unduhan Signal tumbuh 5.001 persen dari tahun ke tahun ke angka 50,6 juta dari angka semula 992.000 unduhan pada bulan Januari 2020.

Pada bulan Februari, unduhan turun 86 persen ke angka 7 jutaan unduhan secara month over month (dari bulan ke bulan).

Meskipun sama-sama menurun, tapi pertumbuhan unduhan aplikasi Signal cukup konsisten secara YoY tiap bulannya. Pada bulan April, unduhan Signal mencapai 2,8 juta secara global, lebih dari dua kali lipat dibanding bulan April 2020 yang mencapai 1,3 juta.

Baca juga: Gara-gara Usil, Iklan Signal Diblokir Facebook

Sensor Tower sebetulnya sudah mencatat adanya penurunan WhatsApp jauh-jauh hari sebelum kontroversi kebijakan baru. Penurunan instalasi aplikasi WhatsApp terendus pertama kali sejak bulan April 2020.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.