Gojek Bersiap Bawa Layanan Go-Car dan Go-Pay ke Vietnam

Kompas.com - 20/05/2021, 16:08 WIB

Nguyen Hoang Phuon, CEO Be Group mengatakan bahwa perusahaannya tidak akan ikut "perang harga" dengan para kompetitor. Phuong sesumbar perusahaannya tetap akan mengutamakan kualitas dan kemitraan dengan pihak lain.

Baca juga: Tidak Ada Aplikasi GoTo Setelah Merger Gojek-Tokopedia

Ia menambahkan Be Group mengejar target keuntungan di tahun 2021, sebuah target yang disebutnya belum dicapai perusahaan ride-hailing.

"Be Group akan menginvestasikan uang secara bijak ketimbang menghabiskan uang seperti kompetitor lainnya," kata Phuong kepada Nikkei.

Pada 2020 lalu, pemerintah Vietnam telah menggulirkan regulasi baru untuk mempeluas peluang perusahaan ride-hailing beroperasi secara nasional. Vietnam juga menjadi salah satu pasar kendaraan roda dua terbesar di dunia.

Menurut laporan e-Conomy SEA, pasar transportasi online dan pesan-antar makanan di Vietnam bernilai 1,6 miliar dollar AS pada tahun 2020 atau sekitar Rp 23 triliun (kurs Rp 14.500) pada 2020.

Diprediksi, angka tersebut akan tumbuh sebesar 34 persen pada 2025 mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber kr-asia
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X