Dituduh Mencuri Foto untuk Game Resident Evil 4, Capcom Dituntut Rp 171 Miliar

Kompas.com - 09/06/2021, 06:51 WIB
Booth Capcom yang menampilkan gamplay Monster Hunter World: Iceborn Kompas.com/Yudha PratomoBooth Capcom yang menampilkan gamplay Monster Hunter World: Iceborn

KOMPAS.com - Perusahaan pembuat game asal Jepang, Capcom, tersandung masalah hukum. Capcom dituduh menggunakan aset foto tanpa izin untuk sejumlah game populer besutannya. 

Judy A. Juracek, fotografer pemilik foto-foto tersebut mengatkan, karya miliknya digunakan secara ilegal dalam game Resident Evil 4 dan Devil May Cry.

Dalam gugatannya, Juracek mengatakan Capcom mengambil aset foto dan gambar tersebut dari buku yang berjudul Surfaces.

Surfaces merupakan sebuah koleksi berisi 1.200 foto dan CD-ROM yang diambil langsung oleh Juracek. Foto-foto tersebut menurut Juracek, sudah dipatenkan pada 1996 lalu.

Dalam surat gugatan, Juracek mengatakan setidaknya ada 80 foto miliknya yang telah digunakan oleh Capcom.

Salah satu di antaranya termasuk sebuah foto tekstur kaca pecah yang digunakan dalam logo game Resident Evil 4.

Baca juga: Resident Evil Village Sudah Bisa Diunduh di PS4, PS5, Xbox, dan PC

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa contoh foto lain termasuk tekstur marmer hingga detail ukiran yang dapat dikenali dan banyak dijumpai di dalam berbagai game bikinan Capcom.

Juracek sendiri mengaku pertama kali mengetahui tindakan ini setelah terjadinya kasus peretasan terhadap Capcom pada 2020 lalu.

Dalam kasus tersebut, ada sejumlah informasi yang dibocorkan, termasuk waktu peluncuran game Resident Evil Village serta informasi pribadi milik pelanggan, pemegang saham, dan karyawan Capcom.

Bocoran tersebut rupanya turut mengungkap sejumlah gambar yang digunakan pada beberapa game Capcom. Dari sekian banyak gambar yang terungkap, ada sebuah folder gambar dengan nama file yang identik dengan nama CD-ROM milik Juracek yakni "Me009".

Menindaklanjuti masalah tersebut, pengacara Juracek menuntut Capcom untuk membayar denda hingga 12 juta dollar AS (sekitar Rp 171 miliar) atas tuduhan pelanggaran hak cipta.

Baca juga: Sejarah Tetris, Game Susun Balok yang Lahir Tak Sengaja 37 Tahun yang Lalu

Ia juga meminta biaya ganti rugi sebesar 2.500 dollar AS (sekitar Rp 35,6 juta) hingga 25.000 dollar AS (sekitar Rp 356 juta) atas penghapusan hak cipta.

Ini bukanlah kasus pertama yang dihadapi oleh Capcom. Sebelum dituntut oleh Juracek, seorang pembuat film asal Belanda bernama Richard Raaphorst karena dituding telah mencuri desain dan menggunakannya pada game Resident Evil Village, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Polygon, Rabu (9/6/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Polygon
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.