Kominfo Pantau Spyware Candiru yang Sasar Aktivis, Politisi, hingga Jurnalis

Kompas.com - 19/07/2021, 15:02 WIB
Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comGedung Kementerian Komunikasi dan Informatika

KOMPAS.com - Setelah serangan spyware Pegasus pada akhir 2020, Indonesia kini menghadapi ancaman spyware Candiru. Spyware ini berasal dari software berbahaya yang dikembangkan oleh perusahaan cyber warefare Israel.

Hal ini terungkap dari peneliti pengawas keamanan siber, Citizen Lab, bersama dengan Microsoft, yang dipublikasi baru-baru ini.

Berdasarkan analisis Citizen Lab dan Microsoft, Indonesia menjadi salah satu target negara dari spyware Candiru.

Indikasinya, ditemukannya satu domain yang diyakini sudah terinfeksi spyware Candiru, yaitu indoprogress.co. Situs tersebut dideskripsikan Citizen Lab sebagai "Left-leaning Indonesian publication".

Spyware Candiru ini telah menargetkan setidaknya 100 masyarakat sipil, termasuk politisi, aktivis hak asasi manusia (HAM), jurnalis, akademisi, hingga politikus di negara, seperti Inggris, Spanyol, Singapura, Israel, hingga Palestina.

Baca juga: Terungkap, Spyware Israel Incar Aktivis Indonesia

Terkait, temuan Citizien Lab dan Microsoft ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) ikut angkat bicara. Kominfo mengaku akan memantau ancaman siber spyware Candiru ini. Sekaligus akan melakukan mitigasi ancaman siber melalui literasi digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Menteri Kominfo Johnny G. Plate memberikan perhatian serius pada upaya pemantauan terhadap beragam ancaman siber di Indonesia, termasuk ancaman siber Candiru," kata Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (19/7/2021).

Dedy menambahkan, temuan tersebut sudah dikomunikasikan dengan pemangku kepentingan lain yang terkait, termasuk di antaranya ialah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Bahayanya spyware Candiru

Berdasarkan analisis Citizen Lab dan Microsoft, Spyware milik Candiru ini dijual secara eksklusif dan disebut, "dioperasikan dari beberapa negara, seperti Arab Saudi, Israel, Uni Emirat Arab, Hongaria, dan Indonesia".

Selain domain dari Indonesia, laporan Citizen Lab juga menemukan ada 763 nama domain yang dinilai telah menjadi target spyware Candiru.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X