Dampak Negatif Pengumpulan Fotokopi e-KTP sebagai Syarat Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 24/07/2021, 17:20 WIB
Vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai dilaksanakan di BBPK Jakarta Kampus Hang Jebat, Jakarta, Senin (22/3/2021). Vaksinasi Covid-19 ini bisa dilakukan bagi lansia yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta dan non-DKI Jakarta. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOVaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia (lansia) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai dilaksanakan di BBPK Jakarta Kampus Hang Jebat, Jakarta, Senin (22/3/2021). Vaksinasi Covid-19 ini bisa dilakukan bagi lansia yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta dan non-DKI Jakarta.

Meski begitu, Ismail menuturkan bahwa tidak semua sentra vaksinasi memberlakukan aturan fotokopi e-KTP. Misalnya, ketika peserta mendaftarkan diri melalui aplikasi Jaki, mereka cukup datang tanpa harus membawa fotokopi e-KTP.

"Banyak yang sudah bagus (prosedurnya), seperti misalnya daftar vaksin di aplikasi Jaki, itukan gak butuh fotokopi KTP. Ada juga yang sudah modern, mereka gak minta fotokopi KTP, cukup nunjukin KTP aslinya untuk dicocokkan," imbuh Ismail.

Dampak negatif pengumpulan fotokopi KTP

Di samping itu, Ismail juga menyebutkan beberapa dampak negatif dari pengumpulan fotokopi eKTP. Misalnya, seperti pemanfaatan identitas oleh oknum tertentu untuk melakukan pinjaman online (pinjol) atau mengakses data perbankan.

Baca juga: Kemendagri Siapkan E-KTP Digital yang Bisa Disimpan di Ponsel

"Data kita seperti fotokopi KTP atau foto KTP kita itu bisa saja dikumpulin untuk dimanfaatkan oleh orang lain. Apalagi sekarang banyak aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan keuangan yang membutuhkan data ini. Misalnya pinjol (pinjaman online) atau dipakai untuk akses bank," jelas Ismail.

Selain dari segi ekonomi, fotokopi e-KTP pun bisa disalahgunakan untuk kepentingan politik. Seperti misalnya penggalangan dana atau dimanfaatkan untuk keperluan lainnya yang bersangkutan dengan hal itu.

"Saya kira ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal lain lagi ya," papar Ismail.

Berani menolak

Agar hal ini tidak terus-menerus terjadi, Ismail berharap masyarakat untuk bersikap lebih tegas dan berani menolak apabila dimintai fotokopi eKTP.

Masyarakat juga harus sadar dan memahami bahaya apa saja yang akan terjadi jika e-KTP mereka disalahgunakan.

"Itu bahaya-bahaya yang bermunculan. Kalo dulu mungkin belum ada ya. Makanya kita harus mulai suarakan untuk stop fotokopi KTP. Untuk itu kita butuh sadarkan masyarakat tentang privasi data, yang paling gampang itu ya soal KTP ini," pungkas Ismail.

Baca juga: Warganet Keluhkan Pendaftaran Vaksin Covid-19 Pakai Fotokopi e-KTP, Ini Penjelasan Kemenkes

Terkait pengumpulan fotokopi KTP sebagai syarat vaksinasi Covid-19 ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung sekaligus Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, syarat seseorang bisa mendaftarkan vaksinasi yakni menggunakan NIK yang tertera pada e-KTP.

"Kalau terkait ini kan penyelenggara ya, tapi yang dibutuhkan ini adalah NIK," ujar Nadia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/7/2021).

Terkait adanya keluhan dari masyarakat yang diminta pulang atau tidak dilayani vaksinasinya karena tidak membawa fotokopi e-KTP, namun membawa e-KTP asli, Nadia mengatakan bahwa sebetulnya fotokopi e-KTP tidak perlu.

"Sebenarnya, tidak perlu," ucap Nadia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.