18 Channel TV Kabel Ini Setop Siaran di Indonesia 1 Oktober

Kompas.com - 02/08/2021, 10:02 WIB
Ilustrasi TV kabel. SHUTTERSTOCKIlustrasi TV kabel.

KOMPAS.com - Sebanyak 18 channel (saluran) TV kabel akan berhenti siaran di Indonesia mulai 1 Oktober 2021. Hal itu menyusul keputusan yang dibuat oleh perusahaan media dan hiburan Disney.

Disney menghentikan siaran 18 channel TV ini tersebut untuk seluruh wilayah Hong Kong dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.

Dengan demikian, seluruh pelanggan TV berbayar di Indonesia, termasuk pelanggan First Media, Indovision, Nextmedia, MNC Sky Vision, dan Indihome, tak lagi bisa mengakses channel TV tersebut mulai 1 Oktober mendatang.

Baca juga: Cara Mengubah TV Biasa Menjadi TV Digital

Adapun ke-18 channel TV yang ditutup, dikutip KompasTekno dari Variety, Senin (2/8/2021), sebagian besar adalah channel hasil akuisisi Disney atas 21st Century Fox pada 2019 lalu, antara lain:

  • Fox
  • Fox Crime
  • Fox Life
  • FX
  • Channel V
  • Fox Action Movies
  • Fox Family Movies
  • Fox Movies
  • Star Movies China
  • Fox Sports
  • Fox Sports 2
  • Fox Sports 3
  • Star Sports 1
  • Star Sports 2
  • Disney Channel
  • Disney Junior
  • Nat Geo People
  • SCM Legend

Baca juga: Perbandingan Harga Langganan Netflix, Viu, Amazon Prime, dan Disney Plus di Indonesia

Disney sendiri diketahui memiliki 22 channel TV. Dengan ditutupnya 18 saluran TV di atas, maka tinggal empat layanan TV yang dipertahankan, yakni:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Star Chinese Channel
  • Star Chinese Movies
  • National Geographic Channel
  • Nat Geo Wild

Keempat channel TV itu akan tetap tersedia di layanan TV kabel yang mendukungnya.

Pindah ke streaming

Namun pengguna di Indonesia tak perlu khawatir, ke-18 saluran TV tersebut meski tidak bisa ditonton di jaringan TV berbayar, akan tetap bisa dinikmati lewat layanan streaming Disney Plus Hotstar, yang sudah tersedia di Tanah Air.

Disney menjelaskan alasan penutupan siaran 18 kanalnya itu karena perubahan strategi bisnis. Disney mengaku tengah beralih bisnis model yang kelak akan berbasis layanan streaming.

Penutupan 18 kanal atau saluran televisinya adalah untuk efisiensi dan mengembangkan bisnis Disney Plus.

Baca juga: Cara Menghemat Kuota Internet untuk Menonton Netflix dan Disney Plus

“Ini adalah upaya global The Walt Disney Company untuk beralih ke model D2C (Direct-to-consumer) dan selanjutnya mengembangkan layanan streaming,” sebut Disney.

Disney mengaku akan mengkonsolidasikan bisnis jaringan media utamanya di Asia Tenggara dan Hong Kong agar lebih efisien dan efektif dengan kebutuhan bisnis saat ini dan di masa depan.

Analis investasi Richard Greenfield mengatakan, paket berlangganan TV berbayar telah dirusak oleh strategi perusahaan yang mendukung bisnis layanan streaming.

“Perusahaan seperti seperti Disney lebih mengutamakan rilis konten eksklusif di platform streaming sendiri daripada memasukkan pada program channel mereka di TV kabel," ujar Greenfield.



Sumber Variety
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.