Kompas.com - 02/12/2021, 14:30 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan pentingnya transofmasi dan literasi digital untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disebabkan karena sepanjang pandemi Covid-19 ini kegiatan masyarakat beralih ke digital, termasuk untuk pembelian barang dan jasa.

Menurut Sri Mulyani, saat ini para pelaku UMKM harus tetap relevan dengan teknologi dan memanfaatkan infrastruktur digital yang sudah ada, supaya tidak ketinggalan zaman.

"Pelaku usaha dapat menggunakan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas produknya, dan juga akses permodalan untuk menembus pasar," kata Sri Mulyani dalam acara "Google for Indonesia 2021" yang digelar virtual, Kamis (2/12/2021).

Transformasi digital, menurut Sri Mulyani, bisa dilakukan agar mereka memiliki potensi untuk terus tumbuh, baik dalam situasi pandemi maupun pada saat pemulihannya nanti.

Baca juga: Google Sediakan Pinjaman Rp 20 Juta untuk Perempuan Pelaku UMKM Indonesia

Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah sendiri sebenarnya telah menggelontorkan, juga meningkatkan besaran dana untuk infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong komunikasi dan konektivitas hingga pelosok wilayah Tanah Air, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

Meski demikian, hal itu dinilai belum cukup. Sebab, menurut Sri Mulyani, pemerintah juga membutuhkan kolaborasi dari pihak swasta, salah satunya adalah Google.

"Saya menyambut gembira bahwa Google, sebagai salah satu pihak swasta global, juga turut serta dalam membangun digital ekonomi di Indonesia, dan terutama mendedikasikan kepada pembangunan UMKM," jelas Sri Mulyani.

Menurut dia, Google telah mendukung transformasi digital melalui peningkatan literasi digital kepada lebih dari 2 juta pelaku UMKM Tanah Air. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui kelas "Gapura Digital" yang dijalankan di bawah program "Grow with Google".

Dana bantuan untuk UMKM

Ilustrasi UMKMshutterstock.com Ilustrasi UMKM
Selain pemberian literasi digital, Google juga telah menggelontorkan dana senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp 147 miliar) untuk pengembangan UMKM Indonesia, yang diberikan melalui organisasi non-profit internasional Kiva.

Baca juga: Jaringan Internet Bakti Dinanti UMKM di Wilayah 3T

Dalam gelaran Google for Indonesia 2021, Google mengumumkan bahwa Kiva telah menyalurkan dana 3,5 juta dolar AS (sekitar Rp 50 miliar) kepada Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) sebagai mitra lokal.

Sri Mulyani mengatakan, bantuan dari Google untuk UMKM ini angkanya jauh lebih kecil dari bantuan pemerintah dalam program Ultra Mikro (UMi) yang mencapai Rp 17 triliun.

Kendati demikian, hal ini akan turut menolong para UMKM Indonesia untuk berkembang, terutama di situasi pandemi.

"(Dana) ini sangat membantu, terutama di dalam mengisi 'kantong' para pelaku UMKM, di mana jumlahnya begitu besar di Indonesia," ujar Sri Mulyani.

"(Dengan bantuan ini), saya berharap ekonomi Indonesia, terutama UMKM, dapat pulih dan bangkit kembali,” pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Google Bagikan 10.000 Pelatihan TI Gratis untuk Indonesia

Sekadar informasi, Komida bakal menyediakan pinjaman modal usaha sebesar Rp 3-20 juta kepada para pengusaha UMKM, khususnya untuk pelaku UMKM perempuan berpenghasilan rendah, dengan jangka peminjaman 50 minggu. 

Mereka yang tertarik meminjam bisa mendaftarkan diri di cabang Komida terdekat yang bisa dilihat di tautan berikut ini.

Adapun syarat yang harus dipenuhi, begitu juga mekanisme peminjaman, bisa disimak di laman https://goo.gle/komida.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.