Gedung Cyber Kebakaran, Menkominfo Minta Layanan Digital Pakai Server Cadangan

Kompas.com - 03/12/2021, 09:52 WIB
Petugas berusaha memadamkan  kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber I, Mampang, Jakarta, Kamis (2/12/2021). Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta mengerahkan 100 personel beserta 22 unit mobil pemadam ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu 30 menit. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPetugas berusaha memadamkan kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber I, Mampang, Jakarta, Kamis (2/12/2021). Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta mengerahkan 100 personel beserta 22 unit mobil pemadam ke lokasi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu 30 menit.

KOMPAS.com - Buntut dari insiden kebakaran di Gedung Cyber 1, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (2/12/2021) siang, sejumlah layanan internet mengalami gangguan.

Sejumlah sekolah juga akhirnya harus menunda ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil berbasis komputer (CBT), yang seharusnya dilaksanakan hari ini, Jumat (3/12/2021).

Gedung Cyber 1 ini termasuk lokasi penting dalam lalu lintas internet di Indonesia, karena menjadi salah satu lokasi penyimpanan server dan pertukaran data (exchange) sejumlah perusahaan teknologi yang ada di Indonesia.

Baca juga: Sejumlah Sekolah Tunda Ujian Semester Imbas Kebakaran Gedung Cyber

Terkait insiden ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate meminta setiap penyedia layanan dan platform digital yang menaruh server di Gedung cyber dan terdampak kebakaran, untuk menggunakan server cadangannya (backup).

Tujuannya agar lalu lintas internet di Indonesia tetap berjalan dengan normal.

"Kami minta sesegera mungkin mengoptimalkan server backup-nya dan melakukan reroute traffic dengan menghindari sementara jalur ke Gedung Cyber," kata Johnny melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Jumat.

Sebab, menurut Johnny, pada dasarnya, setiap penyedia layanan digital perlu menjaga dan memiliki skenario mitigasi terhadap gangguan yang tidak diinginkan. Misalnya saat ada bencana atau kebakaran seperti yang terjadi baru-baru ini.

"Skenario mitigasi tersebut khususnya adalah penyiapan backup data center dan jalur redundansi untuk routing traffic," tambah Johnny.

Baca juga: Daftar Aplikasi yang Tumbang Akibat Kebakaran Gedung Cyber

Ia turut mengungkapkan, penyedia layanan/platform digital juga perlu melakukan proses validasi dan verifikasi integritas data, sebagai bagian dari pemulihan layanan.

Menurut Johnny, proses itu harus dilakukan demi menghindari potensi perbedaan antara data yang ditaruh di server utama, dengan data yang ada di server cadangan.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.