Kompas.com - 12/01/2022, 14:31 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah akan menetapkan aset Non Fungible Token (NFT) sebagai salah satu sumber wajib pajak yang harus dilaporkan. Hal itu diungkapkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Neilmaldrin Noor.

Neil mengatakan, NFT wajib dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahun berjalan sesuai nilai pasarnya.

"Aset NFT maupun aset digital lainnya wajib dilaporkan di SPT Tahunan dengan menggunakan nilai pasar tanggal 31 Desember pada tahun pajak tersebut," kata Neil kepada Kompas.com, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Koleksi NFT Kera Senilai Rp 31 Miliar Dicuri Hacker

Lebih lanjut, Neil mengatakan, NFT dan bitcoin maupun mata uang kripto lainnya, memang belum dikenakan pajak secara khusus. Pengenaan pajak yang lebih spesifik masih dalam pembahasan pemerintah.

Namun, untuk saat ini, transaksi digital bisa mengacu pada undang-undang yang berlaku atau UU Pajak Penghasilan (PPh). UU tersebut menjelaskan bahwa setiap aset atau harta yang menambah kemampuan ekonomis harus dikenakan pajak.

"Hal itu termasuk transaksi yang sedang kita bahas ini (NFT), maka tetap dikenakan pajak dengan sistem self assessment," tutur Neil.

Tanggapan investor

Wacana penarikan pajak atas aset NFT ini mendapat reaksi dari investor mata uang kripto. Dilansir dari Kontan.co.id, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) yang juga COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, berpendapat bahwa memajaki aset kripto termasuk NFT sejatinya sah-sah saja dilakukan.

Sebab, menurutnya, kebijakan itu bisa mendorong industri lebih berkembang. Memajaki aset kripto juga menjadi legitimasi bahwa industri tersebut serta ekosistemnya bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara lewat pendapatan pajak.

Baca juga: Apa Itu NFT, Aset Kripto yang Tengah Naik Daun

Akan tetapi, pria yang akrab disapa Manda itu meminta agar pengenaan pajak NFT atau aset kripto lain tidak menyulitkan para investor.

"Sebaiknya pengenaan pajak ini jangan dibuat menyulitkan para investor menimbang industri ini masih terbilang sangat baru," kata Manda.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.