5 Sanksi Teknologi yang Dijatuhkan ke Rusia akibat Invasi Ukraina

Kompas.com - 01/03/2022, 16:15 WIB

KOMPAS.com- Invasi Rusia ke Ukraina yang sudah berlangsung mulai Kamis (24/2/2022) hingga Selasa (1/3/2022), telah menelan ratusan korban jiwa dari kalangan sipil.

Per hari Minggu kemarin (27/2/2022), Komisi Hak Asasi Ukraina mencatat bahwa terdapat 210 penduduk sipil tewas, termasuk anak-anak. Dunia tak tinggal diam atas kejadian ini, kecaman pada Moskwa dan ajakan untuk menyudahi invasi tersebut terus bergulir.

Tak hanya itu, banyak pihak internasional yang juga telah menjatuhkan sanksi pada Rusia atas perbuatannya. Sanksi atau hukuman ini datang dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS) dan juga organisasi internasional, Uni Eropa (EU).

Baca juga: Aksi Hacker Anonymous Melawan Rusia, Deklarasi Perang hingga Kirim Pesan pada Putin

Sanksi Rusia dilayangkan pada beberapa sektor, termasuk teknologi. Secara umum, sanksi tersebut berbentuk pembatasan atau embargo untuk mengoperasikan teknologi di “negeri beruang merah” tersebut.

Selengkapnya, berikut deretan sanksi teknologi yang dijatuhkan untuk Rusia atas invasi ke Ukraina.

1. EU stop perdagangan teknologi ke perusahaan Rusia

Atas kejadian invasi Rusia ke Ukraina, EU memberikan larangan pada semua perusahaan yang berbasis di wilayahnya, untuk berdagang atau bertransaksi dengan perusahaan Rusia di sektor teknologi.

Perusahaan yang berada di wilayah EU dilarang mengekspor teknologi ke JSC Kalashnikov, yang merupakan perusahaan pengembang teknologi pertahanan dan produsen senjata dari Rusia.

Dilansir dari Financial Times, Selasa (1/3/2022), selain JSC Kalashinkov, terdapat beberapa perusahaan Rusia di sektor teknologi pertahanan dan keamanan lain, yang masuk dalam daftar pelarangan perdagangan EU, antara lain sebagai berikut:

  • Produsen pembuat senjata, Almaz-Antey
  • Perusahaan pembuat truk
  • Perusahaan pengembang teknologi pertahanan, Rostec
  • Produsen pembuat kapal selam nuklir, Sevmash
  • Perusahaan pembuat kapal, United Shipbuilding Corporation

2. EU blokir perusahaan Internet Research Agency

Internet Research Agency merupakan perusahaan yang bergerak dalam hal membuat pengaruh opini publik melalui beberapa platform di internet, yang dikendalikan oleh pemerintah Rusia.

EU juga memblokir perusahaan ini karena dinilai telah digunakan oleh Rusia untuk kampanye menyebarkan informasi yang salah atas Ukraina. Internet Research Agency sendiri didanai oleh Yevgeny Prigozhin, seorang konglomerat yang punya pengaruh politik di Rusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.