Kompas.com - 23/04/2022, 09:03 WIB

KOMPAS.com - Smartphone generasi baru yang dilengkapi dengan teknologi terkini biasanya dibanderol dengan harga yang lebih mahal.

Misalnya saja Galaxy A53 yang belum lama ini diluncurkan di Indonesia, dibanderol seharga Rp Rp 5.999.000 (RAM 8/128 GB). Harga ini lebih mahal dibanding pendahulunya yaitu Galaxy A52 yang dibanderol Rp 4.999.000 dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang sama.

Hal ini juga diakui oleh firma riset Strategy Analytics. Perusahaan riset ini menyebutkan bahwa harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) smartphone skala global saat ini sudah mendekati 300 dolar AS atau setara Rp 4,3 juta.

Ke depannya, Strategy Analytics memperkirakan ASP smartphone global akan lebih dari 300 juta dolar AS. Jika taksiran ini terbukti, maka harga jual rata-rata smartphone global akan menuai rekor tertinggi sejak tahun 2013.

Baca juga: 15 Daftar HP 5G dengan Harga Rp 2-5 Jutaan, Smartphone Baru Jelang Lebaran 2022

Adapun pendapatan dari grosir smartphone global tahun 2022 diperkirakan tumbuh sebesar 2 persen tahun ke tahun (year on year/YoY). Pertumbuhan ini diprediksi terus naik sepanjang periode hingga tahun 2027.

Wilayah termurah dan termahal

Strategy Analytics juga merilis beberapa wilayah dan negara dengan haraga jual rata-rata smartphone termurah hingga termahal pada tahun 2021. Hasil riset menunjukkan bahwa Afrika dan kawasan Asia Pasifik merupakan wilayah dengan smartphone termurah secara global.

Negara dengan harga jual rata-rata smartphone termahal juga ada di wilayah Asia, yaitu Korea Selatan. Penyebabnya adalah karena smartphone lipat Samsung yang dijual di negara asalnya. Hal ini dinilai mendorong harga rata-rata smartphone di negara tersebut.

Padahal pada tahun sebelumnya, yaitu pada 2020, Jepang lah yang menjadi negara dengan ASP smartphone tertinggi.

Baca juga: HP Rekondisi Makin Populer pada 2021, Pertumbuhannya Kalahkan Smartphone Baru

Strategy Analytics mengatakan bahwa tidak ada negara lainnya yang akan menyalip Korea Selatan sebagai negara dengan harga jual rata-rata smartphone tertinggi, setidaknya hingga lima tahun ke depan. Artinya, negeri Gingseng itu akan tetap dalam posisinya hingga tahun 2027.

Faktor naiknya harga smartphone

Dirangkum KompasTekno dari Gizchina, Sabtu (23/4/2022), chip menjadi faktor utama naiknya harga rata-rata smartphone. Sebab, smartphone Android dan iPhone yang makin populer digunakan pengguna, mendorong perusahaan semikonduktor untuk terus berinovasi.

Laporan dari firma riset Siltronic juga menunjukkan bahwa permintaan terbesar untuk wafer 12 inci pada tahun 2020 berasal dari pasar smartphone dengan persentase hingga 25 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber GizChina
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.