Kompas.com - 22/08/2022, 15:00 WIB

KOMPAS.com - Organisasi internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki satu misi untuk memberantas 17 masalah dunia (17 Global Goals) yang meliputi kesejahteraan, kemiskinan, perdamaian, dan lain sebagainya pada 2030 mendatang.

Untuk mewujudkan hal tersebut, PBB menggandeng sejumlah pemimpin muda dari seluruh dunia yang memiliki kontribusi besar pada lingkungan sekitarnya. Para pemuda ini lantas tergabung dalam organisasi yang diberi nama "Generation17".

Nah, di sela acara "Galaxy Unpacked" Agustus 2022 yang digelar di New York, Amerika Serikat pekan lalu, Samsung turut mengundang sejumlah perwakilan Generation17 untuk menceritakan bagaimana visi dan misi mereka untuk mendukung 17 Global Goals.

Baca juga: Jakarta Hasilkan Lebih dari 22 Ton Sampah Elektronik dalam 9 Bulan

Salah satunya adalah Yejin Choi, perempuan berumur 27 tahun yang berasal dari Korea Selatan. Choi dikenal sebagai pembuat aplikasi pembelajaran digital yang bernama DoBrain, dan memiliki misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat miskin.

Choi lantas menceritakan pengalamannya betapa sulitnya ia pergi ke pelosok daerah untuk berkolaborasi dengan berbagai orang demi menjalankan beragam proyek. Namun, ia mengaku terpaksa "menjual" nama Samsung untuk mempermudah jalannya proyek tersebut.

"Pada saat proyek saya di Kamboja untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di sana, saya memiliki kesulitan karena harus bertemu dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki budaya berbeda," ujar Choi kepada KompasTekno dalam acara "Generation17 Interview" di New York, AS.

(ki-ka) Daniel Calarco (Brasil), Yejin Choi (Korea Selatan), Shomy Chowdury (Bangladesh), dan Maximo Mazzocco (Argentina) sebagai perwakilan dari Generation17 yang digandeng Samsung.KOMPAS.com/BILL CLINTEN (ki-ka) Daniel Calarco (Brasil), Yejin Choi (Korea Selatan), Shomy Chowdury (Bangladesh), dan Maximo Mazzocco (Argentina) sebagai perwakilan dari Generation17 yang digandeng Samsung.

"Namun dalam suatu pertemuan, saya mengatakan bahwa saya bermitra dengan Samsung, dan mereka percaya hingga akhirnya ingin membantu, karena mereka tahu Samsung merupakan merek smartphone terkenal. Walhasil, proyek saya bisa berjalan dengan lancar," imbuh Choi.

Baca juga: Sampah Elektronik Semakin Menggunung di Asia

Shomy Chowdhury, perwakilan Generation17 lainnya yang berumur 26 tahun dan berasal dari Bangladesh, turut mengatakan hal serupa.

Menurut Shomy yang kini fokus untuk mewujudkan air dan sanitasi bersih di seluruh dunia, kredibilitas atau reputasi sebuah perusahaan bisa membantu dia untuk menjalankan proyek kesejahteraan masyarakat dan lingkungan dengan mudah.

"Samsung membuat komunitas dan proyek kami mendapatkan visibilitas yang cukup baik dari berbagai pihak," jelas Shomy. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.