Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Oppo Kini Boleh Pakai Teknologi 5G Huawei

Kompas.com - 13/12/2022, 10:16 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Huawei dan Oppo kini menjajaki kerja sama baru. Kerja sama ini memungkinkan Oppo memakai beragam teknologi (Intellectual Property/IP) yang telah dipatenkan oleh Huawei, termasuk teknologi seluler yang melibatkan 5G.

Huawei juga diizinkan menggunakan beragam teknologi yang dimiliki dan telah dipatenkan oleh Oppo.

Penggunaan teknologi antar perusahaan via lisensi paten ini terwujud berkat kerja sama lintas perusahaan, alias cross-licensing agreement, antara Huawei dan Oppo yang diumumkan pekan lalu.

Chief Intellectual Property Officer Oppo, Adler Feng, mengatakan bahwa kerja sama ini bakal menghadirkan keuntungan bagi Oppo, begitu juga Huawei.

Baca juga: AS Resmi Larang Impor dan Penjualan Produk Elektronik Huawei dan ZTE

"Kerja sama ini bisa menghasilkan suatu ekosistem pembagian lisensi IP yang sehat dan berkelanjutan," jelas Feng.

Dalam kesempatan yang sama, Head of Intellectual Property Department Huawei, Alan Fan menjelaskan bahwa kolaborasi mereka dengan Oppo bakal mendorong beragam inovasi dan penelitian teknologi berkualitas tinggi.

"Kerja sama ini memungkinkan industri seluler untuk terus berinovasi dan memberikan konsumen produk dan layanan yang terbaik dan lebih kompetitif di masa depan," imbuh Fan.

Selain Oppo, Huawei juga konon bekerja sama dengan Samsung untuk penggunaan teknologi antara kedua perusahaan tersebut via lisensi paten.

Adapun Samsung disebut merupakan perusahaan asing terbesar yang menjadi mitra cross-licensing agreement, sementara Oppo menjadi perusahaan besar yang menjadi mitra untuk level pasar domestik.

Tidak disebutkan berapa nilai transaksi cross-licensing agreement yang disetujui Huawei dan Oppo, begitu juga Samsung apabila kabar tersebut benar. 

Baca juga: Oppo Klaim Jadi Salah Satu Perusahaan dengan Paten 5G Terbanyak

Sebagai gambaran, ketika Huawei mengumumkan rencananya untuk memonetisasi portofolio patennya secara lebih agresif pada tahun lalu, Huawei mengatakan akan membebankan biaya 2,50 dollar AS (sekitar Rp 39.000) per perangkat kepada pembuat ponsel untuk melisensikan teknologinya.

Huawei juga mengatakan akan menghasilkan pendapatan tambahan 1,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 18,7 triliun) antara 2019 dan 2021 karena langkah tersebut. Angka ini baru sebatas perkiraan semata.

Huawei juga konon merupakan perusahaan nomor satu di China yang memiliki jumlah paten paling banyak, dirangkum KompasTekno dari Engadget, Selasa (13/12/2022)

Sehingga, wajar saja apabila paten-paten tersebut, termasuk paten teknologi, dimonetisasi dengan cara membagi lisensi penggunaannya kepada perusahaan lain demi mendapatkan cuan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Elon Musk Resmikan Internet Satelit Starlink di Indonesia

Elon Musk Resmikan Internet Satelit Starlink di Indonesia

Internet
Telkomsel Hadirkan Aneka Layanan dan Paket Khusus Haji

Telkomsel Hadirkan Aneka Layanan dan Paket Khusus Haji

Internet
Saingi AMD, Nvidia dan MediaTek Dikabarkan Bikin Chip Konsol Game

Saingi AMD, Nvidia dan MediaTek Dikabarkan Bikin Chip Konsol Game

Hardware
Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Cara Menjadwalkan Ulang dan Membatalkan Rapat di Google Meet

Software
Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Apa Itu Ambient Mode di YouTube dan Cara Mengaktifkannya?

Software
Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Komparasi: Samsung Galaxy S24 Vs Samsung Galaxy S24 Plus

Gadget
Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

Telkomsat Gandeng Starlink untuk Hadirkan Layanan Enterprise di Indonesia

e-Business
Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Cara Membagi Layar Laptop Menjadi 2 di Macbook dengan Mudah dan Praktis

Software
Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Foto WhatsApp Tidak Ada di Galeri, Begini Cara Mengatasinya

Internet
Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

Cara Melihat Status WhatsApp Tanpa Diketahui dengan Mudah dan Praktis

e-Business
Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

Samsung Sindir Iklan Apple iPad Pro: Kreativitas Tak Bisa Dihancurin

e-Business
Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Microsoft Bikin Controller Xbox Khusus Penyandang Disabilitas, Bisa Dicopot dan Disusun Sesuai Kebutuhan

Game
Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

Elon Musk Tiba di Bali untuk Resmikan Starlink di Indonesia

e-Business
Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Cara Membuat Tulisan Bergaris Bawah di WhatsApp dengan Mudah dan Praktis

Software
Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

Rutinitas CEO Nvidia Jensen Huang, Kerja 14 Jam Sehari dan Sering Makan di Kantin Bareng Karyawan

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com