Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jutaan HP Android Murah Disusupi Malware Bawaan

Kompas.com - 18/05/2023, 09:00 WIB
Mikhaangelo Fabialdi Nurhapy,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Sumber Yahoo


KOMPAS.com - Sistem operasi Android beberapa kali menjadi sasaran malware (malicious software). Menurut laporan terbaru, malware di perangkat berbasis Android sudah menyusup, bahkan sebelum ponsel sampai di tangan pengguna.

Perusahaan keamanan internet, Trend Micro menyebut ada jutaan ponsel Android murah yang disusupi malware.

Malware atau malicious software adalah perangkat lunak berbahaya yang digunakan untuk mencuri data, menyebabkan kekacauan, dan merusak perangkat.

Dalam kasus ini, malware disebut bisa mencuri informasi pribadi pengguna dari ponsel budget alias smartphone murah. Informasi yang dicuri, seperti nama (username), kata sandi (password), dan pesan SMS.

Baca juga: Hati-hati, Ada Aplikasi ChatGPT Desktop Palsu Berisi Malware Pencuri Data

Menurut penelitiannya, serangan malware ini terjadi karena persaingan produsen firmware yang sangat ketat. Sehingga, pabrikan smartphone memutuskan untuk membeli firmware dari produsen yang menawarkan harga murah.

Firmware merupakan perangkat lunak yang tertanam di hardware untuk mengontrol fungsi dasar perangkat keras dalam beroperasi. Sederhananya, firmware ini mengatur booting dan shutdown ponsel, menangani input dan output data, mengatur daya baterai, dan masih banyak lagi.

Niatnya untuk berhemat, firmware yang murah ini ternyata disusupi plugin alias software tambahan bernama "silent plugins".

Fyodor Yarochkin selaku Principal Researcher Trend Micro menemukan setidaknya 80 plugin yang berbahaya dalam firmware murah tersebut.

Plugin ini mampu mengubah ponsel menjadi proxy yang kemudian digunakan untuk mencuri dan menjual pesan SMS, membajak akun media sosial serta e-mail, dan masih banyak lagi.

Silent plugins tersebut diperjualbelikan di forum dark web dan bahkan dipromosikan di media sosial mainstream seperti Facebook serta YouTube.

Beberapa plugin itu juga memungkinkan penjahat siber untuk mengontrol penuh ponsel selama lima menit dan mengunduh malware tambahan ke dalam ponsel yang sebelumnya sudah terinfeksi.

Peneliti Trend Micro menjelaskan ada jutaan perangkat Android di dunia yang terinfeksi malware silent plugin, kebanyakan di antaranya tersebar di area Asia Tenggara dan Eropa Timur.

Di sisi lain, penjahat siber mengeklaim bahwa jumlah perangkat yang terinfeksi ada di angka 8,9 juta.

Selain ponsel, serangan ini dilaporkan juga menyerang smartwatch, smart TV, serta perangkat pintar lainnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Yahoo Finance, Rabu (17/5/2023).

Cara melindungi ponsel dari malware

Untuk memastikan pengguna tidak menjadi korban dari malware, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu:

  • Mengunduh aplikasi dari sumber yang tepercaya, seperti toko aplikasi Google Play Store.
  • Jangan sembarang mengeklik tautan di e-mail dan situs web.
  • Selalu memperbarui sistem operasi perangkat dan aplikasi.
  • Mengunduh aplikasi keamanan untuk smartphone.
  • Jangan banyak membagikan informasi pribadi di media sosial.
  • Gunakan kata sandi yang kuat untuk perangkat dan akun-akun di internet.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun Google.
  • Berhati-hatilah dalam memberikan izin (permissions) untuk aplikasi.
  • Selalu perbarui setelan keamanan perangkat.
  • Lakukan backup smartphone secara teratur.

Baca juga: Hati-hati, 19 Aplikasi Android ini Disusupi Malware yang Bisa Curi Data Pengguna

Apabila smartphone sudah terinfeksi malware, pengguna dapat mencoba untuk langsung menghapus aplikasi tersebut.

Jika tidak bisa dihapus, segera lakukan factory reset untuk mengembalikan ponsel ke pengaturan awal alias pabrikan.

Cara untuk melakukan factory reset di smartphone Android dapat disimak lewat tautan berikut ini.

Seperti yang sebelumnya sudah disebutkan, pengguna juga bisa mengunduh aplikasi keamanan untuk smartphone. Setelah memasangnya, segera lakukan pemindaian (scan) untuk malware.

Nantinya, aplikasi ini bisa menghapus berbagai malware yang ditemukan dalam proses pemindaian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Yahoo
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com