Alicia Keys Cuma Tahan Setahun dengan BlackBerry

Kompas.com - 03/01/2014, 15:29 WIB
Alicia Keys (kiri) bersama mantan CEO BlackBerry Thorsten Heins ketika ditunjuk menjadi Direktur Kreatif Global BlackBerry dalam acara peluncuran BlackBerry 10, New York, 30 Januari 2013 Mario Tama/Getty ImagesAlicia Keys (kiri) bersama mantan CEO BlackBerry Thorsten Heins ketika ditunjuk menjadi Direktur Kreatif Global BlackBerry dalam acara peluncuran BlackBerry 10, New York, 30 Januari 2013
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi
Alicia Keys (kiri) bersama mantan CEO BlackBerry Thorsten Heins ketika ditunjuk menjadi Direktur Kreatif Global BlackBerry dalam acara peluncuran BlackBerry 10, New York, 30 Januari 2013

KOMPAS.com - Pada akhir Januari 2013, Alicia Keys direkrut menjadi Direktur Kreatif Global di BlackBerry. Kini, kurang lebih setahun setelahnya, BlackBerry mengumumkan bahwa Keys akan meninggalkan jabatannya itu mulai 30 Januari mendatang.

"Kami telah mendapatkan kesempatan untuk bekerja dengan seseorang yang sangat berbakat dan bersemangat," tulis BlackBerry dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh CTV News.

Keterlibatan Keys dengan BlackBerry mengundang kritik karena penyanyi tersebut dipandang tak lebih dari seorang selebriti yang direkrut untuk menaikkan brand BlackBerry, meski memiliki jabatan korporat resmi.

BlackBerry tidak menjelaskan apa persisnya peran Keys dalam perusahaan. Produsen smartphone asal Kanada ini mengatakan bahwa Keys memiliki keterlibatan langsung dalam kegiatan operasional, misalnya dalam menyiapkan program beasiswa empat tahun yang mendorong para wanita muda untuk berkiprah di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keys sempat terlihat mempromosikan sejumlah produk baru BlackBerry pada awal tahun 2013, tapi kemudian kurang terdengar setelah ponsel-ponsel tersebut ternyata gagal di pasaran.

Sebelum bergabung dengan BlackBerry, Keys dikenal sebagai pengguna setia Apple iPhone. Satu bulan setelah bekerja di perusahaan itu, Keys diketahui mengirim pesan Twitter dari iPhone sehingga membuat loyalitasnya terhadap BlackBerry dipertanyakan. Dia kemudian mengklaim bahwa itu terjadi karena akunnya menjadi korban peretasan.

BlackBerry sendiri kini tengah berada di tengah-tengah proses merumahkan sekitar 40 persen tenaga kerjanya. Perusahaan tersebut pada kuartal lalu menderita kerugian senilai 4,4 miliar dollar AS.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber CTV News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X