Kompas.com - 25/01/2017, 11:15 WIB
Vide President Director Hutchison Tri Indonesia, M. Danny Buldansyah saat ditemui usai peluncuran Program Isi Ulang Enjoy di Jakarta, Selasa (24/1/2017).
Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comVide President Director Hutchison Tri Indonesia, M. Danny Buldansyah saat ditemui usai peluncuran Program Isi Ulang Enjoy di Jakarta, Selasa (24/1/2017).
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Para operator telekomunikasi di Tanah Air, yakni Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, dan Smartfren mulai mengadopsi teknologi internet 4,5G. Ini merupakan teknologi yang disebut-sebut bisa membuat koneksi internet 4G makin ngebut.

Namun hingga saat ini, hanya Hutchison Tri Indonesia (Tri) saja yang belum mengadopsinya. Mengapa demikian?

Saat ditemui dalam acara peluncuran program Tri Isi Ulang Enjoy, Selasa (24/1/2017), President Director Tri, Randeep Singh Sekhon, menjelaskan alasan perusahaan tak kunjung menambah kecepatan internetnya menggunakan teknologi 4,5G.

“Kami belum menerapkan 4,5G. Daripada sekadar demo, lebih baik kami berikan layanan broadband yang kencang dan murah. Karena target kami adalah para milenial atau anak muda,” ujar Randeep.

Baca: Sasar Anak Muda, Tri Rilis Program Isi Pulsa Bonus Pulsa

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Director Tri, M. Danny Buldansyah, juga mengungkap alasan lain Tri belum menggelar 4,5G. Salah satunya adalah persoalan keterbatasan frekuensi yang diperlukan untuk menggelar teknologi tersebut.

“Kalau 4,5G itu kan butuh (alokasi frekuensi) 20 MHz. Kami tidak cukup, karena di 1.800 MHz hanya ada 10 MHz,” terang Danny.

“Selain frekuensi, memang bisa juga memakai teknologi carrier aggregation (CA). Tapi kalau ini dipakai malah akan mengorbankan pelanggan 3G kami,” imbuhnya.

Danny menerangkan, langkah Tri saat ini adalah berusaha memperluas jangkauan jaringan internet 4G miliknya. Saat ini tercatat sudah ada 34 kota besar yang terjangkau layanan tersebut.

Selanjutnya, sepanjang 2017, perusahaan akan memperluasnya hingga mencapai 100 kota besar. Tri juga bakal memasang 10.000 base transceiver station (BTS) 4G di sepanjang wilayah yang sudah dijangkaunya.

Baca: Operator Tri Matikan Jaringan 2G Tahun Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.