Kompas.com - 26/04/2018, 18:15 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenggat akhir registrasi ulang kartu SIM prabayar pada 1 Mei mendatang terus mendekat. Namun, meski menghadapi ancaman pemblokiran, sebagian pelanggan masih enggan mendaftarkan ulang nomornya dengan nomor NIK dan Kartu Keluarga (KK).

Operator seluler Hutchison Tri, misalnya, mencatat baru 15,2 juta pelanggan prabayar yang telah melakukan registrasi, berdasarkan hasil rekonsiliasi terakhir dengan Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang diumumkan awal pekan ini.

Baca juga : Hitung Ulang Terbaru, 328 Juta Kartu Prabayar Dinyatakan Berhasil Terdaftar

Wakil Direktur Tri M. Danny Buldansyah mengatakan telah memblokir layanan telepon dan SMS ke luar (outgoing) untuk 25,8 juta pelanggan dan memblokir telepon dan SMS masuk (incoming) untuk 12,5 juta pelanggan.

Sesuai dengan ketentuan pemerintah, operator seluler memang menerapkan sanksi berupa pemblokiran bertahap untuk pelanggan prabayar yang belum melakukan registrasi.

Apabila pelanggan belum mendaftarkan nomor setelah tanggal 1 Maret 2018, maka akan dikenai pemblokiran tahap pertama terhadap telepon dan SMS outgoing, namun pelanggan masih bisa menerima telepon dan SMS masuk (incoming) dan menggunakan layanan data internet.

Lalu, apabila setelah 1 April 2018 masih belum melakukan registrasi, akan dikenakan pemblokiran tahap kedua terhadap telepon dan SMS incoming selain juga outgoing, namun layanan data internet masih bisa digunakan.

"Nah, pada 1 Mei nanti itu tahap (pemblokiran) ketiga. Semua layanan tidak bisa digunakan, baik voice, SMS, maupun internet. Tapi pelanggan masih bisa registrasi nomornya hingga akhir masa aktif kartu," ujar Danny saat ditemui sejumlah wartawan di kantor Hutchison Tri di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Menjelang akhir April, Tri terus menggencarkan upaya agar pelanggan melakukan registrasi, termasuk lewat SMS dan sisipan informasi ketika pengguna berselancar di internet.

Wakil Direktur Tri M. Danny Buldansyah.Oik Yusuf/KOMPAS.com Wakil Direktur Tri M. Danny Buldansyah.

Deaktivasi nomor yang melanggar

Selain memberlakukan sanksi blokir bertahap untuk pelanggan yang belum melakukan registrasi, Tri turut mekakukan deaktivasi terhadap 2,4 juta nomor yang terindikasi melanggar ketentuan soal jumlah maksimal nomor seluler yang bisa didaftarkan oleh seorang pelanggan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.