5G Bisa Dongkrak Gaming, Otomotif, Hingga "Smart Home" di Indonesia

Kompas.com - 25/04/2019, 17:39 WIB
Ilustrasi 5GSHUTTERSTOCK Ilustrasi 5G

JAKARTA, KOMPAS.com - Implementasi dan realisasi jaringan 5G di Indonesia masih terbentur oleh ketidaksiapan regulasi. Indonesia diprediksi masih membutuhkan beberapa tahun lagi agar dapat sepenuhnya mengadopsi teknologi generasi kelima ini.

Meskipun begitu, perusahaan penyedia layanan telekomunikasi asal Swedia, Ericsson, optimis bahwa jaringan 5G di Indonesia nantinya akan dapat diimplementasikan pada beragam sektor di Indonesia.

Menurut Ericsson, dalam acara Barcelona Unboxed di Jakarta, Kamis (25/4/2019), setidaknya ada enam sektor yang dapat dimaksimalkan melalui implementasi jaringan 5G ini.

Baca juga: Ericsson: Jaringan 5G Bisa Bikin Operator Hemat 10 Kali Lipat

President Director Ericsson Indonesia & Timor Leste Jerry Soper memaparkan bahwa sektor-sektor tersebut adalah otomotif, hiburan, gaming, mobile broadband, smart home, dan shipping alias logistik pengiriman barang.

Jerry kemudian menjabarkan untuk sektor otomotif, Indonesia bisa mengimplementasikan 5G untuk mobil otonomos. Tahun lalu saat gelaran Asian Games, salah satu operator seluler di Indonesia pun sempat menguji coba bus otonomos dengan jaringan 5G.

Sementara untuk sektor hiburan, Indonesia bisa membuat sebuah bioskop dengan teknologi Virtual Reality (VR). Dengan begitu, teknologi 5G ini akan memberi pengalaman lebih baik dalam dunia hiburan.

Baca juga: 5G Diramalkan Bikin Game VR Melejit

"Saat ini, Indonesia masih mengadopsi jaringan 4G. Itu akan jadi pondasi kuat untuk implementasi 5G ke depannya," kata Jerry.

Ia kemudian menjelaskan bahwa sektor gaming pun tak dapat bisa dikesampingkan begitu saja. Apalagi, jika nantinya jaringan 5G telah diimplementasikan di Tanah Air.

Menurut Jerry, jaringan 5G akan menurunkan angka latency saat bermain game secara online sehingga pemain tak akan mengalami lag atau gangguan sinyal di tengah permainan.

Tak hanya sektor gaming, Jerry juga menilai jaringan 5G akan memberi dampak signifikan pada sektor mobile broadband.

Dengan kecepatan transfer data yang semakin cepat, Jerry memprediksi bahwa untuk mengunduh 1 GB data nantinya hanya akan membutuhkan beberapa detik saja. Berbeda dengan kondisi saat ini yang masih membutuhkan waktu lebih lama.

Baca juga: "Smart Home" di Seoul, Bisa Panggil Lift Sampai Jemur Pakaian

Kemudian, tren smart home juga diprediksi akan bermunculan di Tanah Air setelah jaringan 5G diadopsi dengan sempurna. Nantinya jumlah perangkat yang menjadi penunjang smarthome akan meningkat.

Sektor terakhir yang diprediksi akan melejit adalah pengiriman barang (shipping). Menurut Jerry, jika 5G sudah digunakan sepenuhnya, urusan pengiriman akan dilakukan menggunakan drone atau pesawat nirawak.

Kendati demikian, Jerry menekankan bahwa yang terpenting saat ini adalah ketersediaan infrastruktur dan regulasi yang dapat mempermudah penetrasi jaringan 5G di Tanah Air.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X