Masih Bermasalah, Boeing 737 Max Baru Bisa Terbang Lagi di 2020

Kompas.com - 18/07/2019, 13:36 WIB
Pesawat pertama seri Boeing 737 MAX 8, diperlihatkan di pabrik perakitan di Renton, Washington, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. *** Local Caption *** Pesawat pertama seri Boeing 737 MAX 8, diperlihatkan di pabrik perakitan di Renton, Washington, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.GETTY IMAGES/AFP PHOTO/STEPHEN BRASHEAR Pesawat pertama seri Boeing 737 MAX 8, diperlihatkan di pabrik perakitan di Renton, Washington, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. *** Local Caption *** Pesawat pertama seri Boeing 737 MAX 8, diperlihatkan di pabrik perakitan di Renton, Washington, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

KOMPAS.com - Boeing 737 Max diprediksi baru bisa terbang kembali pada awal 2020 mendatang, menyusul perbaikan dan pelatihan yang masih diperlukan. Sebelumnya, B737 Max dijadwalkan kembali terbang pada September 2019.

Mundurnya jadwal tersebut dikarenakan oleh perbaikan software yang sedang dilakukan Boeing. Ada juga soal pelatihan yang dibutuhkan untuk pilot dan teknisi B737 Max setelah update software disetujui nanti.

Boeing telah mengajukan proposal perbaikan software MCAS di B737 Max kepada otoritas penerbangan AS, FAA. Namun setelah dievaluasi dalam simulator, FAA menganggap masih ada potensi yang bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Baca juga: FAA Temukan Lagi Kelemahan Boeing B737 Max

Potensi yang dimaksud adalah lambannya chip komputer MCAS dalam mengembalikan horizontal stabilizer ke posisi normal. Sehingga, pilot harus menunggu agak lama saat emergency, misalnya apabila pesawat dalam kondisi stall.

Menurut laporan The Wall Street Journal  yang dirangkum oleh KompasTekno, Kamis (18/7/2019), kondisi ini sifatnya masih terus berubah-ubah. Boeing pun masih harus memenuhi permintaan FAA terkait aspek keselamatan.

Namun dengan skenario terbaru ini, sejumlah pejabat FAA dan pimpinan serikat pilot memperkirakan B737 Max baru bisa kembali beroperasi secara global pada Januari 2020, atau 12 bulan setelah Boeing pertama kali mengajukan rencana perbaikan software MCAS.

Baca juga: Boeing Ketahuan Ganti Nama 737 Max Pesanan Maskapai Eropa

Kini, eksekutif Boeing, engineer FAA, dan regulator penerbangan internasional bersama-sama membuat analisis keamanan yang mencakup segala isu, seperti prosedur emergency recovery hingga komponen elektronik yang yang diduga bisa menjadi sumber masalah.

Beberapa penaksiran tersebut bahkan juga dikembangkan, bukan hanya kepada B737 Max saja, melainkan juga kepada lini pesawat Boeing 737 awal, seperti B737 seri classic (-300, -400, -500) dan Next Generation/NG (-600, -700, -800, -900).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X