Kompas.com - 28/10/2019, 20:01 WIB

Latar belakang dan pengalaman kerjanya di industri informatika membuatnya ingin mendirikan bisnis sendiri.

Baca juga: Tokopedia Proyeksikan Nilai Transaksi Rp 222 Triliun Tahun Ini

Alhasil, ia mencoba mengajak temannya Leontinus Alpha Edison untuk mendirikan Tokopedia, startup marketplace yang menghubungkan penjual dan pembeli secara online.

Tentu perjuangannya tidak mudah. Mulai tahun 2007, ia harus mencari dan meyakinkan investor selama dua tahun untuk bersedia membiayai Tokopedia hingga akhirnya bisa berdiri tahun 2009.

Satu dekade berlalu, William bertekad memegang teguh misi Tokopedia untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia agar bisa semakin besar secara nasional, bahkan global.

Saat ini, Tokopedia menjadi salah satu startup unicorn di Indonesia dengan nilai valuasi lebih dari 1 miliar dollar AS. Tokopedia bahkan pernah menerima penghargaan sebagai marketplace terbaik pada tahun 2016.

3. Achmad Zaky, CEO dan pendiri Bukalapak

Achmad Zaky lahir di Sragen 24 Agustus 1986. Ilmu tentang teknologi sudah dikenalnya sejak kecil berkat sang paman. Tahun 1997, ia belajar bahasa pemrograman.

Bakatnya di bidang teknologi juga menghantarkan Zaky menyabet gelar di Olimpiade Sains bidang komputer mewakili SMA 1 Solo. Lulus dari SMA, Zaky melanjutkan pendidikan di ITB jurusan Teknik Informatika.

Ia juga sempat mendapat beasiswa di Oregon State Unversity dan mewakili kampusnya di Harvard National Model United Nations tahun 2009.

Baca juga: Bukalapak Dapat Suntikan Dana Baru, Valuasi Naik Jadi Rp 35 Triliun

Insting bisnis Zaky sejatinya sudah muncul sejak kuliah, di mana ia mendirikan organisasi Enterpreneur Club UTB yang kini berganti nama menjadi Technopreneur Club (TEC ITB).

Lulus kuliah, ia pun mendirikan bisnis startup marketplace yang fokus untuk mengembangkan usaha kecil dan menegah dengan bantuan teknologi.

Alhasil, lahirlah Bukalapak tahun 2010. Bukalapak semakin tumbuh menjadi marketplace besar di Indonesia. Saat ini, Bukalapak menjadi salah satu startup unicorn di Indonesia, berdampingan dengan Tokopedia yang bergerak di bidang serupa.

4. Ferry Unardi, CEO dan pendiri Traveloka

CEO dan Co-Founder TravelokaPribadi CEO dan Co-Founder Traveloka

Satu lagi sosok pemuda pendiri startup lokal, Traveloka. Tak lain dan tak bukan ialah Ferry Unardi. Pria asal Padang kalahiran 16 Januari 1988 ini mulai mendirikan startup pencarian dan pemesanan tiket online pada tahun 2012. Kala itu, Ferry baru berusia 23 tahun.

Ferry tidak sendiri, ia merintis startup ini bersama dua sahabatnya, Derianto Kusuma dan Albert Zhang. Ide awal mendirikan Traveloka muncul ketika Ferry kesulitan mencari tiket pulang ke Indonesia saat masih menempuh pendidikan S2 di jurusan Bisnis Harvard University.

Namun, sebelum melanjutkan S2 bisnis di Harvard Ferry telah meraih gelar strata satu di Purdue University jurusan Ilmu dan Teknik Komputer, juga di Amerika Serikat.  Setelah lulus, ia sempat berkarir di kantor pusat Microsoft di Seattle sebagai software engineer.

Baca juga: Bisnis HaloDoc dan Traveloka Terbantu Komputasi Awan

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman di dunia teknologi ini, Ferry yakin mendirikan Traveloka. Pada awalnya, Traveloka merupakan sebuah situs pencari dan pembanding tiket pesawat saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.