Empat Tahap Perkembangan E-commerce, Indonesia Masih di Bawah

Kompas.com - 29/01/2020, 16:29 WIB
Ilustrasi E-commerce Enterpreneur AcademyIlustrasi E-commerce

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski di Indonesia sudah ada banyak pemain di ranah e-commerce, kontribusi kanal online terhadap keseluruhan ritel di Tanah Air ternyata masih kecil, hanya sekitar 1 persen.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wiwy Sasongko selaku Executive Director of Retailer Vertical Nielsen Indonesia ketika berbicara di acara peresmian BlibliMart di Jakarta, Rabu (28/1/2020).

Baca juga: Blibli Buka Toko Offline, Tanpa Kasir dan Cashless

Dia mengontraskan e-commerce Indonesia dengan negara lain yang sudah lebih maju soal ini. "Kita lihat di China dan Korea (share e-commerce) sudah mencapai 20%. Masih sangat jauh sekali evolusi kita," kata  Wiwy.

Menurut Nielsen, Indonesia masih berada di tahap bawah dalam tahapan "Revolusi Ritel Digital" e-commerce. Negara-negara berkembang memang berada dalam kategori "Digital Retail 1.0" ini, termasuk yang berada di wilayah Amerika Latin dan Asia Tenggara.

Selain kontribusi e-commerce yang masih rendah terhadap ritel keseluruhan, kendala lainnya bagi negara yang masih dalam tahap Digital Retail 1.0 antara lain persoalan internet, pembayaran, dan logistik yang masih belum memadai.

Empat Tahapan Perkembangan E-CommerceKOMPAS.com/ KEVIN RIZKY PRATAMA Empat Tahapan Perkembangan E-Commerce

Sebenarnya negara maju pun belum tentu berada di tahapan lebih tinggi dalam kategorisasi Neilsen ini. Di Jepang, Eropa, dan Taiwan pun, share e-commerce masih rendah, di bawah kisaran 10 persen.

Tantangan yang dihadapi oleh negara-negara ini bukan persoalan infrastruktur lagi, tapi lebih kepada strategi meraih profit dan menerapkan diferensiasi, hingga menjaga loyalitas pelanggan. 

Negara-negara yang paling maju dalam Revolusi Ritel Digital, menurut Nielsen, adalah Korea dan China, lebih spesifiknya kota Seoul dan Shanghai.

Baca juga: Xiaomi Luncurkan E-commerce ShareSave di Indonesia

Meski masih di bawah, Indonesia punya peluang untuk terus berkembang. Sebab, negara yang berada di tahap awal Revolusi Ritel Digital memiliki pertumbuhan yang tinggi, di atas 50 persen.

"Mudah-mudahan kita juga bisa mengejar pasar-pasar diluar negeri yang lebih maju daripada Indonesia," pungkas Wiwy.

Nielsen sendiri memiliki kantor yang tersebar di 100 negara. Dengan begini, lembaga riset itu dapat memantau perkembangan dan melakukan perbandingan perkembangan e-commerce antar negara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X