Begini Keterlibatan Karyawan Twitter dalam Pembobolan Akun Bill Gates dkk

Kompas.com - 20/07/2020, 13:28 WIB
Ilustrasi Twitter ZDNet.comIlustrasi Twitter

KOMPAS.com - Twitter mengakui karyawannya menjadi target peretas (hacker) untuk mengakses akun-akun pesohor, seperti Elon Musk, Bill Gates, Jeff Bezos, dan Barack Obama. Akun-akun yang diambil alih hacker itu kemudian dipakai untuk penipuan bitcoin.

Twitter menjelaskan bahwa peretas telah memanipulasi karyawannya dengan metode social engineering, sehingga berhasil membobol akun aplikasi percakapan Slack. Peristiwa ini terjadi pada 15 Juli 2020.

Slack sendiri lazim dipakai oleh kelompok/tim dalam perushaaan sebagai platform untuk membahas pekerjaan. Dalam Slack tersebut, terdapat data percakapan yang rahasia, yakni akun dan password ke sistem backend milik Twitter.

Baca juga: Twitter Diretas, Perlukah Reset Password?

Peretas berhasil masuk ke backend Twitter melalui data kredensial yang ada di aplikasi percakapan Slack tersebut.

Twitter mengatakan hacker berhasil membobol lapisan keamanan otentikasi dua langkah (2FA), namun tidak dijelaskan apakah otentikasi 2FA itu milik backend Twitter atau Slack.

Dengan masuk ke backend Twitter, peretas bisa memperoleh informasi kredensial seluruh pengguna Twitter, seperti username, password, dan e-mail yang digunakan untuk mendaftar.

Dari hasil investigasi, Twitter menyebut ada 130 akun yang menjadi target peretasan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 45 akun orang atau institusi terkenal, berhasil diambil alih peretas dan dipakai untuk melakukan penipuan bitcoin.

Selain itu, ada pula delapan akun Twitter yang statusnya belum verified (centang biru) yang diunduh datanya, menggunakan fitur "Your Twitter Data" yang tersedia.

"Kami telah menelusuri langsung pemilik akun tersebut, kedelapan akun itu bukan akun verified," tulis Twitter dalam sebuah posting blog resminya.

Baca juga: Menelusuri Jejak Dalang Peretasan Akun Twitter Bill Gates dkk

Pada Rabu (15/7/2020), akun Twitter milik petinggi perusahaan teknologi dibajak oleh hacker. Korbannya termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates; CEO Tesla, Elon Musk, CEO Amazon, Jeff Bezos; hingga mantan Presiden AS, Barack Obama.

Peretas kemudian menggunakan akun Twitter yang telah dibajak itu untuk mengirimkan penipuan cryptocurrency bitcoin.

Cryptocurrency sendiri merupakan alat tukar yang dibuat dalam bentuk digital dengan menggunakan prinsip-prinsip kriptografi, sehingga aman dan tidak dapat diduplikasi.

Singkatnya, cryptocurrency dapat diartikan sebagai mata uang digital. Sama seperti mata uang pada umumnya, cryptocurrency memiliki nilai, sehingga bisa digunakan sebagai alat tukar.

Baca juga: Peretas Akun Twitter Bill Gates dkk Gunakan Rekayasa Sosial Penggandaan Bitcoin

Pada hari yang sama, peretasan juga dialami oleh beberapa akun pejabat dan pesohor AS, seperti mantan walikota New York City, Mike Bloomberg; selebritas Kanye West, Wiz Khalifa, dan Kim Kardashian; ketua Berkshire Hathaway, Warren Buffett; dan akun korporat Cash App, Uber dan Apple.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X