Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Reporter Tekno

Reporter desk Teknologi Kompas.com yang mendalami isu-isu seputar gadget dan kebijakan yang terkait dengan teknologi dan informasi.

kolom

Upacara 17 Agustus Virtual Pertama dan PR Besar Internet Indonesia

Kompas.com - 17/08/2020, 14:15 WIB
Orang tua murid mengaku sangat terbantu dengan penggunaan HT. Dengan cara ini mereka tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli pulsa ponsel. Randy PratamaOrang tua murid mengaku sangat terbantu dengan penggunaan HT. Dengan cara ini mereka tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli pulsa ponsel.

Beberapa tokoh juga tampak "menghadiri" upacara secara terpisah di lokasi yang berbeda-beda. Terlihat Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Juga Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang ditemani sang isteri, Mufidah Jusuf Kalla beserta dua cucunya.

Upacara Kemerdekaan ke-75 RI secara virtual, mungkin menjadi momentum bangsa Indonesia untuk lebih "bersahabat" dengan segala hal yang serba online. Namun, benarkah kita sudah siap?

Akses internet bagi seluruh rakyat Indonesia

Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Diprediksi, tahun 2025, ekonomi digital Indonesia akan menembus angka 133 miliar dollar AS.

Namun tentu saja itu prediksi sebelum pandemi, sebelum ekonomi global terguncang, dan sebelum mengetahui banyak anak-anak sekolah yang ternyata kesulitan mendapatkan akses internet untuk belajar dari rumah.

Karena pandemi Covid-19, di mana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengimbau kegiatan belajar mengajar dari rumah, banyak siswa-siswi di berbagai daerah di Indonesia sulit mendapat akses internet.

Seperti yang terjadi di Gunung Kidul, Yogyakarta, di mana 70 persen siswa sekolah dasar mengalami kendala internet maupun perangkat untuk mengaksesnya. Di Pamekasan, salah satu sekolah bahkan memilih menggunakan handy talkie atau HT karena sulitnya sinyal internet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Guru-guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum 2, Dusun Montor, Desa Teja Barat, Pamekasan memanfaatkan jaringan radio bantuan dari Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Pamekasan.

Tidak cuma perkara sinyal internet. Kuota dan perangkat saja belum tentu semua orang bisa mendapatkannya. Seperti dialami Dimas Ibnu Alias, siswa SMPN 1 Rembang, Jawa Tengah yang nekat sekolah sendirian di kelas karena tidak memiliki smartphone seperti teman-temannya.

Setiap hari, Dimas selalu diantar ke sekolah oleh sang Ibu yang bekerja sebagai buruh pengeringan ikan. Selesai belajar, dia pulang dengan diantar wali kelasnya sampai di rumah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.