Cerita Bos Xiaomi Indonesia Alvin Tse, Ubah Cita-cita Setelah Berjumpa Steve Jobs

Kompas.com - 04/09/2020, 19:05 WIB
Country DIrector Xiaomi Indonesia Alvin Tse menunjukkan ponsel Mi Mix Alpha di Jakarta, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.com/ OIK YUSUFCountry DIrector Xiaomi Indonesia Alvin Tse menunjukkan ponsel Mi Mix Alpha di Jakarta, Kamis (21/11/2019).
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Alvin Tse dulu tak pernah berpikir bakal terjun ke dunia teknologi, apalagi menjadi entrepreneur. Country Head Xiaomi Indonesia sekaligus bos Pocophone global ini berasal dari keluarga dengan latar belakang pengacara di Hong Kong.

Alvin pun dulu bercita-cita ingin menjadi pengacara, mengikuti jejak orangtua. Tetapi jalan hidupnya berubah setelah memutuskan kuliah di jurusan manajemen teknik, di Universitas Stanford, California, Amerika Serikat pada 2006.

Pekan pertama menjejakkan kaki di lingkungan kampus di daerah Palo Alto, Alvin berjalan-jalan keliling dengan seorang teman untuk melihat suasana sekitar. Mereka mampir sejenak di toko es krim sebelum pulang.

Selagi menunggu bus untuk kembali ke asrama, sesosok lelaki dan anaknya tiba-tiba melintas persis di depan wajah Alvin.

Baca juga: Alvin Tse Jawab Kelanjutan Nasib Pocophone di Indonesia

"Saya lihat Si Bapak mengenakan kaus turtleneck warna hitam dan celana jeans," Alvin berkisah, saat wawancara online eksklusif dengan wartawan KompasTekno, Oik Yusuf, Rabu (3/9/2020).

Pria yang dilihat Alvin tak lain adalah Steve Jobs, almarhum pendiri Apple yang dikenal gemar memakai setelan pakaian demikian.

Alvin tertegun, tidak menyangka bakal bisa menjumpai satu sosok paling sohor di dunia teknologi tersebut, yang begitu saja melenggang santai di jalanan.

Walau tak sempat menyapa, pertemuan singkatnya dengan Jobs meninggalkan kesan mendalam buat Alvin.

Seketika itu juga dia tersadar bahwa para figur terkemuka, para tokoh legendaris, adalah manusia biasa seperti dirinya. Kalau mereka bisa meraih pencapaian, kenapa dia tidak? Begitu pikir Alvin.

"Mungkinkah nantinya kita juga akan bisa mengubah dunia? Saya pikir dari situlah benih karir saya di dunia teknologi mulai bersemi. Saya lantas mengambil jalan ini," kata Alvin.

Gabung Xiaomi untuk belajar

Tinggal di lingkungan yang sama dengan para pegiat dunia teknologi membuat semangat Alvin menggelora. Apalagi, nuansa entrepreneurship memang kental terasa di Silicon Valley.

Pada 2009, Alvin pun sempat mendirikan ThinkBulbs Inc, perusahaan pembuat aplikasi fotografi, yang kemudian diakuisisi oleh Megatasty Labs pada 2011.

Alvin lalu bekerja sebagai product manager di FlipBoard, startup agregator konten yang juga berbasis di Palo Alto. Dia mendapat promosi dan dikirim ke Beijing, China untuk menangani operasional FlipBoard di sana.

Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia dalam konferensi pers peluncuran Mi Note 10 Pro di Jakarta, Sabtu (4/1/2020).KOMPAS.com/Wahyunadna Kusuma Pertiwi Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia dalam konferensi pers peluncuran Mi Note 10 Pro di Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

Saat berada di Negeri Tirai Bambu inilah, Alvin direkrut oleh Xiaomi. Vice President International Xiaomi kala itu, Hugo Barra yang juga baru pindah ke Xiaomi dari Google, sedang mencari kepala staff yang bisa membantunya beradaptasi di China, sekaligus memiliki pengalaman di Silicon Valley.

"Jadi, saya merasa punya latar belakang yang cocok," ujar Alvin.

Saat bergabung dengan Xiaomi, usianya baru 25 tahun. Dia mengaku motivasinya ketika itu bukanlah hendak mencari uang, melainkan hendak belajar, termasuk dari Barra yang merupakan tokoh beken di Google, serta CEO Xiaomi Lei Jun yang kerap dijuluki "Steve Jobs" dari China.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X