BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Blackshark

Seperti Apa Smartphone yang Cocok untuk Mobile Game?

Kompas.com - 01/10/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi bermain mobile game Dok. Black Shark IndonesiaIlustrasi bermain mobile game
|

KOMPAS.com - Bermain game merupakan salah satu hobi yang peminatnya tak bisa dibilang sedikit. Bahkan, seiring perkembangan teknologi, aktivitas tersebut menjadi peluang untuk menghasilkan uang.

Umumnya, game terdiri dari empat jenis, yakni console game, PC game, handheld game, dan mobile game. Namun, dengan perkembangan smartphone saat ini, mobile game terbilang lebih populer dibandingkan tiga lainnya.

Mobile game sendiri merujuk pada game yang dimainkan melalui smartphone. Seperti diketahui, jumlah pengguna seluler pintar terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan smartphone yang pesat ditambah faktor portabilitas membuat mobile game lebih diminati banyak orang saat ini. Bahkan, pada 2019, jenis game tersebut mampu merajai 45 persen pasar game global, sebagaimana dikutip dari Tech Crunch, Jumat (23/8/2019).

Di sisi lain, pada tahun yang sama, lembaga riset asal Amsterdam Newzoo menemukan jumlah pemain mobile game mencapai lebih dari 3,3 miliar di seluruh dunia.

Banyaknya peminat mobile game lantas dipandang sebagai ladang industri oleh sejumlah perusahaan teknologi. Malahan, ada yang sampai mendirikan unit bisnis tersendiri untuk game.

Alhasil, mobile game yang berada di pasar aplikasi, seperti Play Store pada sistem operasi Android, pun semakin banyak dan bervariasi.

Namun, di antara sekian banyak game yang tersedia di apps store, role playing games (RPG), battle royale games, simulation, strategy, dan action merupakan kategori game seluler yang sering dimainkan.

Seluruh jenis game seluler tersebut biasanya berukuran besar. Bahkan, ada aplikasi game yang memiliki ukuran file lebih dari 1 gigabyte (GB). Grafis game-game tersebut pun lumayan berat. Sementara itu, tidak semua smartphone memiliki spesifikasi yang mendukung untuk bermain game.

Baca juga: Black Shark 3 Versi RAM 12 GB Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harganya

Untuk mendapatkan pengalaman seru saat bermain mobile game, smartphone yang digunakan mesti punya chipset terbaik, RAM berkapasitas besar, ruang penyimpanan luas, baterai tahan lama, layar beresolusi tinggi, sistem pendinginan, serta kelengkapan periferal.

Melihat kebutuhan itu, sejumlah produsen smartphone akhirnya menciptakan ponsel khusus gaming. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para gamer.

Dalam dua tahun terakhir, ada banyak merek ponsel gaming beredar di pasaran. Salah satunya adalah Black Shark, perusahaan teknologi berbasis game asal China yang didirikan pada 2017.

Berbicara Black Shark, tak sedikit orang yang keliru akan merek ini. Mereka mengira Black Shark merupakan produk turunan dari Xiaomi layaknya Mi dan Redmi.

Vice President Marketing of Black Shark Yang Sun secara resmi mengatakan, Black Shark merupakan perusahaan sendiri yang memiliki pabrik dan operasional yang juga dijalankan secara independen.

“Xiaomi adalah investor utama dari Black Shark. Kami bangga atas hal tersebut. Namun, Black Shark bukan merek smartphone tradisional. Fokus kami adalah di bidang gaming, termasuk teknologi dan perangkat berbasis gaming,” jelas Yang Sun, seperti dalam pemberitaan Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

Ponsel gaming skor tinggi

Selama keberadaannya, yakni dari 2018 hingga kini, Black Shark telah meluncurkan lima model ponsel gaming yang semuanya mendapat respons positif di pasaran.

Seri perdana Black Shark dirilis pada April 2018. Meski pemain baru, kehadiran Black Shark saat itu mampu membuat heboh dunia gaming lantaran spesifikasinya yang sangar.

Dengan prosesor tertinggi dari Qualcomm, yakni Snapdragon 845 dan dukungan grafis Adreno 630 GPU, Black Shark seri pertama mampu menapaki puncak teratas AnTuTu Benchmark 2018, mengalahkan ponsel gaming lainnya.

AnTuTu Benchmark sendiri merupakan salah satu portal pengujian performa smartphone yang kerap dijadikan referensi orang saat hendak membeli ponsel.

Hal yang menjadi pembeda antara Black Shark dengan smartphone biasa adalah adanya sistem pendingin (the liquid cooling system). Komponen ini mampu menjaga suhu gawai tetap dingin. Selain itu, ponsel gaming tersebut juga dilengkapi aksesoris penunjang untuk bermain game, yakni joystick Black Shark Gamepad.

Mendapat sambutan baik di pasaran, Black Shark kembali merilis dua ponsel gaming terbaru pada 2019, yakni Black Shark 2 dan Black Shark 2 Pro.

Black Shark 2 didukung chipset Qualcomm Snapdragon 855, sementara versi Pro memiliki chipset Snapdragon 855 plus. Keduanya pun mengalami peningkatan pada kapasitas RAM dan memori internal.

Sama dengan seri pendahulu, Black Shark 2 Pro juga berhasil menduduki posisi teratas AnTuTu Benchmark 2019 khusus ponsel game dengan skor 469.708, seperti melansir GSM Arena, Rabu (4/9/2019).

Bermain game dengan smartphone gaming Black Shark 3Dok. Black Shark Bermain game dengan smartphone gaming Black Shark 3

Untuk memberikan pengalaman bermain yang baik bagi para gamer di seluruh dunia, Black Shark meluncurkan tiga model baru sekaligus pada 2020, yaitu Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro pada Maret, serta Black Shark 3S pada Agustus.

Ketiga seri ponsel gaming tersebut dibekali chipset yang sama, yakni Qualcomm Snapdragon 865. Namun, khusus Black Shark 3S hanya tersedia di pasar Tiongkok.

Secara benchmark, GSM Arena, Selasa (25/2/2020) melaporkan, Black Shark 3 Pro mendapatkan poin 620.952 di AnTuTu. Angka tersebut menjadi skor tertinggi yang pernah direkam oleh aplikasi itu.

Semangat baru Black Shark

Meski terbilang anak baru dalam ranah ponsel gaming, Black Shark ternyata mampu memperluas jangkauannya hanya dalam dua tahun sejak didirikan.

Komitmen untuk terus berinovasi membuat Black Shark dapat menjangkau lebih dari satu juta pengguna secara global dan merajai pasar smartphone gaming di Tiongkok. Capaian inilah yang akan terus dipertahankan Black Shark.

Bahkan, untuk memberikan semangat baru, Black Shark turut melakukan perubahan dari segi visual, mulai dari warna, font hingga logo, serta mengganti slogan “Born to Compete” menjadi “Game is Real”.

Tak hanya itu, perusahaan tersebut pun telah mempersiapkan produk-produk turunan dan menciptakan ekosistem gaming yang komprehensif sehingga dapat menjadi dunia gaming bagi para gamer di seluruh dunia.

Melihat perkembangan dua tahun ini, CEO Black Shark Yuzhou Luo mengatakan, segmen pasar smartphone gaming terbukti dan sangat layak untuk diharapkan.

Black Shark, kata Yuzhou Luo, akan terus mengembangkan produk ponsel gaming-nya dengan merangkul dan memahami pengguna. Pihaknya telah menyiapkan kerja sama baru dengan Tencent Games sebagai salah satu strategi pengembangan.

“Kami bersedia untuk berkembang dan berkembang bersama dengan industri game. Sebagai contoh, Black Shark telah mengumumkan kerja sama baru dengan Tencent Games bulan lalu. Di masa depan, kedua perusahaan akan bekerja sama dalam pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak game untuk bersama-sama menjelajahi masa depan cerah industri seluler game,” kata Luo, seperti dikutip dari bussinesware.com, Minggu (23/2/2020).

Dengan pengumuman identitas merek baru, Black Shark menyatakan siap memberikan pengalaman bermain game terbaik dengan perangkat dan aksesori game, membangun ekosistem game Black Shark yang komprehensif, dan menciptakan dunia game terbaik bersama para gamer global.

 

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya