Kapasitas Mesin CEIR Sudah Lega, Vendor Ponsel Bisa Input IMEI Lagi

Kompas.com - 12/10/2020, 13:13 WIB

Pengguna Asus ROG Phone 3 yang masuk secara resmi ke Indonesia juga kena getah. Sebagaian pengguna ROG Phone 3, tidak bisa mendapat sinyal apabila menempatkan kartu di slot kedua (SIM 2).

Muhammadi Firman, Head of PR Asus Indonesia mengatakan bahwa kendala itu diduga terjadi karena database CEIR penuh sesak. Nomor IMEI slot kartu SIM 2 hanya terdaftar di database Kemenperin dan belum terdaftar di mesin CEIR.

Tidak hanya vendor asing. Vendor ponsel lokal juga terpukul akibat kendala ini. Kepala Perizinan Evercoss, Fendy Mardyanto mengatakan perusahaannya harus menangguhkan produksi sementara IMEI perangkat baru belum bisa terdaftar.

"Kita terpaksa menahan produksi karena IMEI yang baru tidak bisa didaftar," kata Fendy ketika dihubungi, Senin (12/10/2020).

Fendy mengatakan pihaknya telah berkomunikasi secara intens dengan Kemeperin dan Kominfo terkait masalah ini. Bukan hanya Evercoss. Vendor lokal lain, yakni Mito juga mengalami masalah serupa.

Baca juga: Kominfo Pastikan Blokir Ponsel BM Tetap Berjalan Meski Input IMEI Terkendala

“Ini sangat berdampak terhadap kelangsungan industri kami. Kami bisa terkena resesi lebih cepat jika sistem ini tidak cepat diperbaiki. Padahal ponsel kami resmi. Semestinya tidak terblokir,” ungkap Hansen, CEO Mito Mobile dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hensen menambahkan masalah tersendatnya input data TPP impor dan produksi ke mesin CEIR adalah serius. Apabila tidak segera ditangani, industri ponsel akan terpuruk lebih dalam.

"Jangan biarkan kami masuk ke jurang resesi lebih cepat. Jadi kami sangat berharap sekali pihak terkait untuk secepatnya mengatasi persoalan ini," kata Hensen.

Sementara itu, Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengimbau agar semua pihak terkait regulasi pemblokiran ponsel ilegal lewat aturan IMEI bisa mengatasi masalah ini secepatnya.

Tulus meminta agar konsumen tidak dirugikan karena lemahnya implementasi regulasi.

"Mesin CEIR tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Kemkominfo dan Kemenperin, kalau penuh harus ditambah kapasitasnya dong. Jangan menghambat ekomomi dan hak konsumen," ujar Tulus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.