Kapasitas Mesin CEIR Sudah Lega, Vendor Ponsel Bisa Input IMEI Lagi

Kompas.com - 12/10/2020, 13:13 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengkaim mesin Central Equipment Identity Register (CEIR) sudah kembali beroperasi normal.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenkominfo, Ismail mengatakan bahwa mesin CEIR sudah bisa menampung data IMEI baru, baik untuk ponsel yang sedang diproduksi maupun yang diimpor.

Secara implisit, Ismail mengatakan tidak ada penambahan kapasitas penyimpanan data untuk mesin CEIR, sebab kapasitas yang dipakai saat ini dianggap masih mencukupi.

"Kapasitas yang ada masih sanggup menampung, dan input IMEI akan jalan terus," kata Ismail kepada KompasTekno melalui pesan singkat, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Kapasitas Mesin Blokir Ponsel BM Hampir Penuh, Input Nomor IMEI Tersendat

Kabar itu pun diamini oleh Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Syaiful Hayat.

"Iya menurut informasi dari Kemenperin juga bahwa data IMEI dari TPP tanggal 23 September sampai dengan 10 Oktober sudah di-upload ke CEIR", terang Syaiful.

Sebelumnya dikabarkan bahwa kapasitas penyimpanan data IMEI milik mesin CEIR hampir penuh. Mesin itu diklaim sanggpung menampung 1,2 miliar data nomor IMEI, namun sudah terisi 95 persen.

Walhasil, nomor IMEI ponsel yang sedang diproduksi vendor, dan yang diimpor ke Indonesia susah untuk diinput ke database Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Syaiful sebelumnya mengatakan sejak tanggal 23 September, data nomor IMEI baru dari pabrikan ponsel tidak bisa diunggah Kemenperin.

"Sudah mulai handphone baru di outlet resmi kami juga tidak bisa mendapatkan sinyal," kata Syaiful dihubungi KompasTekno, Kamis (2/10/2020).

Baca juga: Asus ROG Phone 3 Versi Resmi Terblokir, IMEI Diduga Tak Terdaftar

Pengguna Asus ROG Phone 3 yang masuk secara resmi ke Indonesia juga kena getah. Sebagaian pengguna ROG Phone 3, tidak bisa mendapat sinyal apabila menempatkan kartu di slot kedua (SIM 2).

Muhammadi Firman, Head of PR Asus Indonesia mengatakan bahwa kendala itu diduga terjadi karena database CEIR penuh sesak. Nomor IMEI slot kartu SIM 2 hanya terdaftar di database Kemenperin dan belum terdaftar di mesin CEIR.

Tidak hanya vendor asing. Vendor ponsel lokal juga terpukul akibat kendala ini. Kepala Perizinan Evercoss, Fendy Mardyanto mengatakan perusahaannya harus menangguhkan produksi sementara IMEI perangkat baru belum bisa terdaftar.

"Kita terpaksa menahan produksi karena IMEI yang baru tidak bisa didaftar," kata Fendy ketika dihubungi, Senin (12/10/2020).

Fendy mengatakan pihaknya telah berkomunikasi secara intens dengan Kemeperin dan Kominfo terkait masalah ini. Bukan hanya Evercoss. Vendor lokal lain, yakni Mito juga mengalami masalah serupa.

Baca juga: Kominfo Pastikan Blokir Ponsel BM Tetap Berjalan Meski Input IMEI Terkendala

“Ini sangat berdampak terhadap kelangsungan industri kami. Kami bisa terkena resesi lebih cepat jika sistem ini tidak cepat diperbaiki. Padahal ponsel kami resmi. Semestinya tidak terblokir,” ungkap Hansen, CEO Mito Mobile dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.

Hensen menambahkan masalah tersendatnya input data TPP impor dan produksi ke mesin CEIR adalah serius. Apabila tidak segera ditangani, industri ponsel akan terpuruk lebih dalam.

"Jangan biarkan kami masuk ke jurang resesi lebih cepat. Jadi kami sangat berharap sekali pihak terkait untuk secepatnya mengatasi persoalan ini," kata Hensen.

Sementara itu, Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengimbau agar semua pihak terkait regulasi pemblokiran ponsel ilegal lewat aturan IMEI bisa mengatasi masalah ini secepatnya.

Tulus meminta agar konsumen tidak dirugikan karena lemahnya implementasi regulasi.

"Mesin CEIR tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Kemkominfo dan Kemenperin, kalau penuh harus ditambah kapasitasnya dong. Jangan menghambat ekomomi dan hak konsumen," ujar Tulus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.