kolom

Satria, Satelit Kapasitas Tinggi Diharapkan Mampu Atasi Kesenjangan Layanan Internet

Kompas.com - 21/11/2020, 16:47 WIB
Penandatanganan kerja sama proyek satelit Satria di Jakarta, Jumat (3/5/2019). KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWIPenandatanganan kerja sama proyek satelit Satria di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Tinggal lagi menyambungkan jaringan tulang punggung itu ke titik akhir, last mile, yang tidak mudah, tidak cepat dan tidak murah. Kendala geografis terutama untuk menyambung ke kawasan 3T menjadi penghalang, selain karena cuaca, bencana alam, juga karena perusakan (vandalisme) dan jauhnya lokasi 3T dari titik labuh (landing point) Palapa Ring.

Baca juga: Gandeng Swasta, Pemerintah Mulai Bangun Satelit Internet “Satria”

Upaya yang dilakukan, membangun jaringan gelombang mikro, juga meluncurkan satelit pita lebar (broadband). Hanya cara itu yang bisa mengatasi semua kendala dan meratakan layanan internet ke semua wilayah indonesia.

Jangkau 150.000 titik

Sebuah satelit dengan teknologi mutakhir, Satria (Satelit Indonesia Raya) buatan Thales Alenia Space akan diluncurkan Bakti pada tahun 2023, satelit multifungsi HTS (high throughput satellite – satelit kapasitas tinggi).

Satelit ini berbeda dengan satelit konvensional, FSS (fixed satellite service – layanan satelit tetap), karena kemampuannya yang tiga kali lebih besar.

Saat ini Bakti menyewa sembilan satelit, lima satelit nasional dengan kapasitas 30 Gbps (giga byte per second) dan empat satelit asing dengan kapasitas 20 Gbps untuk memberi layanan di kawasan 3T atau keseluruhan hanya 50 Gbps.

Sementara Satria yang berkapasitas 150 Gbps akan menjangkau sekitar 150.000 titik di lokasi layanan publik seperti sekolah, kantor desa, puskesmas, kantor polisi dan TNI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beda dengan FSS, misalnya satelit Palapa, atau AsiaSat, yang punya footprint yang merupakan satu cakupan, HTS punya cakupan mirip sel di teknologi seluler, yang disebut spot beam. HTS juga menggunakan frekuensi secara berulang (reuse) yang lebih efisien sehingga mampu memberikan kapasitas di atas 100 Gbps.

Spot beam membuat jangkauan Satria mampu mencapai 150.000 titik stasiun bumi yang tidak terjangkau oleh jaringan serat optik yang dipasok Palapa Ring, sehingga kelak tiada kawasan 3T yang tidak terlayani internet, berkecepatan tinggi pula.

Proyek ini mendapat jaminan pemerintah sepenuhnya yang menyediakan dana pembangunan BTS dan satelit sebesar Rp 25 triliun sepanjang 2021-2024, seperti diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Raker dengan Komisi XI DPR, 3 September 2020.

Upaya pemerintahan Presiden Jokowi membangun infrastruktur untuk transformasi digital yang kuat dan inklusif demi mengurangi kesenjangan digital ini masih menunggu diluncurkannya satelit Satria pada triwulan 3 tahun 2023, dan pembangunan 150.000 stasiun bumi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X