Akibat Kebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Telegram Tembus 500 Juta

Kompas.com - 13/01/2021, 17:01 WIB
Ilustrasi aplikasi Telegram IstIlustrasi aplikasi Telegram

Adapun skenario mencari profit ala Telegram yakni dengan menambah fitur baru untuk pengguna premium.

Lalu, Telegram juga akan memperkenalkan platform iklannya sendiri yang ditujukan untuk channel, bukan chat one-to-one.

Durov juga menegaskan bahwa pengguna non-premium akan tetap bisa menikmati layanan Telegram seperti biasanya secara gratis.

"Semua fitur yang saat ini gratis, akan tetap gratis," lanjut Durov.

Stretagi monetisasi di atas disebut Durov sebagai "Telegram Way" untuk tetap independen dan setia pada value mereka. Langkah monetitasi ini rencananya akan dilakukan mulai tahun ini. Namun, Durov juga belum memberikan detail tambahan terkait langkah ini.

Selain itu, Durov juga mengatakan tidak akan menjual Telegram kepada pihak mana pun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X