Induk Shopee Disebut Caplok Bank BKE, Siapkan Bank Digital di Indonesia?

Kompas.com - 19/01/2021, 08:11 WIB
Logo Shopee yang terpampang di luar gedung Kantor Pusat Regional Shopee di Singapura, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DLogo Shopee yang terpampang di luar gedung Kantor Pusat Regional Shopee di Singapura, Kamis (17/10/2019).

Bank BKE sebenarnya merupakan bank yang relatif kecil. Menurut laporan tahunan, Bank BKE hanya memiliki total aset Rp 4,39 triliun pada akhir 2019.

Walaupun relatif kecil, Sea akan dapat memanfaatkan jaringan pelanggan baik individu maupun korporat dari Bank BKE untuk memperkuat bisnisnya.

Melansir Business Times, hal ini sejalan dengan ambisi Sea Group untuk mempercepat ambisi perusahaan untuk menjadi pemimpin dalam sektor teknologi dan layanan keuangan, sebagaimana yang telah dilakukan Sea Group di sektor game seluler dan belanja online.

Sea Group juga diketahui telah memperolah lisensi perbankan di negeri asalnya, Singapura. Induk Shoppe ini diharapkan dapat mulai mengoperasikan bank digital di Singapura awal tahun 2022.

Bukan hanya induk Shopee, dua raksasa ride hailing Asia Tenggara, Gojek dan Grab, juga diketahui telah berinvestasi pada bank asal Indonesia demi menyediakan layanan bank digital di aplikasinya.

Gojek sendiri akhir tahun lalu menggelontorkan Rp 2,25 triliun kepada PT Bank Jago Tbk. Dengan gelontoran investasi ini, Gojek memegang 22,16 persen saham Bank Jago.

Baca juga: Gojek Caplok 22 Persen Saham Bank Jago

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan akuisisi ini, memungkinkan pengguna membuka rekening bank melalui Bank Jago dan kemudian mengelola keuangan mereka melalui aplikasi Gojek.

Sedangkan Grab berinvestasi di layanan pembayaran milik negara di Indonesia, LinkAja. Grab juga diketahui pemegang saham utama pembayaran elektronik OVO, yang memiliki hubungan dekat dengan Bank Nobu melalui pemegang saham biasa Grup Lippo.

Grab juga telah memperoleh lisensi bank digital di Singapura melalui konsorsium dengan Singapore Telecommunications.

Bisnis di sektor keuangan digital agaknya memiliki peluang yang signifikan di Indonesia, terutama dari konsumen dan pelaku usaha kecil yang belum memiliki rekening bank.

Tiga perusahaan ini agaknya bertujuan untuk menjangkau pelanggan tersebut melalui layanan keuangan yang mendukung teknologi.

Baca juga: LinkAja Diguyur Rp 1,4 Triliun dari Pendanaan yang Dipimpin Grab

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.